Affiliate Marketing Dinilai Berpotensi Tekan Pengangguran di Era Digital
Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Rein
KARTANEWS.COM, JAKARTA – Transformasi digital yang kian cepat dinilai membuka ruang lahirnya model pekerjaan baru. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli menyebut, skema affiliate di marketplace digital dapat menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang adaptif sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Pernyataan disampaikan Yassierli saat membuka program Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, pekerjaan berbasis platform seperti affiliate marketing bukan sekadar tren sesaat, melainkan bentuk kompetensi baru yang menuntut kreativitas, disiplin, dan konsistensi.
“Affiliate ini merupakan kompetensi baru yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital. Peluangnya terbuka luas, tetapi harus dijalani secara disiplin, kreatif, dan berkelanjutan. Sudah banyak yang membuktikan keberhasilannya,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng Shopee Indonesia untuk melatih 100 instruktur Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang sebelumnya dikenal sebagai Balai Latihan Kerja (BLK). Para instruktur akan mendapatkan pembekalan terkait strategi digital marketing serta optimalisasi skema affiliate di ekosistem e-commerce.
Pemerintah menargetkan setiap instruktur dapat melatih sedikitnya 600 peserta dalam satu tahun. Pada skema tersebut, total penerima manfaat diproyeksikan mencapai 60.000 orang di berbagai daerah.
“Perhitungannya sederhana. Jika satu instruktur melatih sekitar 60 peserta per bulan selama kurang lebih 10 bulan, maka satu instruktur bisa menjangkau 600 orang. Dikalikan 100 instruktur, targetnya 60 ribu afiliator tahun ini. Progresnya akan kami pantau setiap bulan bersama Shopee,” jelasnya.
Yassierli mengakui, hingga kini affiliate marketing masih berada dalam ranah pekerjaan informal dan belum dikategorikan sebagai profesi formal.
Namun demikian, ia menilai sektor tersebut berpotensi menjadi alternatif sumber penghasilan, terutama bagi generasi muda dan pencari kerja baru.
Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat ekosistem talenta digital nasional.
Ia menegaskan, Shopee tidak sekadar membagikan wawasan seputar mekanisme dan strategi affiliate marketing, tetapi juga mendorong balai pelatihan vokasi agar semakin optimal menjalankan perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi digital hingga ke berbagai wilayah.
“Melalui program Training of Trainers Shopee Affiliate ini, kami ingin memastikan para instruktur memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai praktik affiliate marketing. Harapannya, mereka dapat menjadi penggerak utama dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada masyarakat di berbagai daerah,” katanya.
Sementara itu, CEO & Founder Bintang Agency, Fajar Setiawan menyatakan minat masyarakat untuk menjadi affiliate tergolong tinggi. Tantangan terbesar, menurutnya, terletak pada konsistensi dalam membangun konten dan menjaga performa.
“Ketertarikan masyarakat sebenarnya besar. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mereka konsisten dan terus mengembangkan kemampuan,” ujarnya, dikutip dari detik.com, Jumat (13/2/2026).
Dari sisi pendapatan, ia menilai potensi komisi affiliate cukup menjanjikan. Penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR), bahkan lebih, dinilai realistis dicapai apabila dijalankan secara serius.
“Komisi affiliate itu variatif. Ada yang memperoleh jutaan, puluhan juta, bahkan ratusan juta rupiah, tergantung performa dan strategi masing-masing,” tambahnya.
Fajar menyebut saat ini terdapat sekitar 4.000 kreator yang aktif dalam ekosistem agensinya dan menegaskan bahwa peluang di sektor affiliate marketing masih terbuka lebar bagi siapa pun yang memiliki komitmen jangka panjang. (*/)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0