Menuju Transisi Sektor Pariwisata, Bupati Berau Minta Kampung Percepat Reklamasi Bekas Galian Tambang
KARTANEWS.COM, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk meninggalkan ketergantungan terhadap sektor pertambangan dan beralih menuju pembangunan berbasis pariwisata yang berkelanjutan. Salah satu langkah tegas yang diminta adalah penanganan serius terhadap lubang-lubang bekas tambang ilegal yang masih tersebar di sejumlah kampung.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, meminta dengan tegas kepada seluruh kepala kampung, untuk segera mengambil tanggung jawab menutup dan mereklamasi bekas galian tambang diwilayah terdampak. Keberadaan lubang tambang dinilai dapat merusak citra daerah yang tengah diarahkan menjadi destinasi wisata.
Dalam arahannya tersebut, pada rangkaian kegiatan Perayaan Hari Desa beberapa waktu lalu, ia menekankan bahwa masa depan Berau tidak lagi bisa bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam tambang saja. Selain sifatnya yang terbatas, aktivitas pertambangan meninggalkan warisan kerusakan yang justru menghambat pengembangan sektor lain yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Selama ini kita terlalu dimanjakan oleh kekayaan alam. Kita terlalu berharap pada sektor tambang yang semakin hari semakin terbatas. Saat ini yang tersisa tinggal lubang-lubang besar saja,” ujar Bupati dalam keterangannya, saat menghadiri Perayaan Hari Desa Nasional di gedung Bapelitbang, Berau, Kamis (15/1/2026).
Sri Juniarsih juga mengungkapkan, selama bertahun-tahun sejumlah kampung telah menikmati hasil kekayaan alam, baik yang dikelola secara legal maupun melalui praktik pertambangan ilegal.
“Saya tahu betul kampung-kampung mana saja yang dulu mendukung illegal mining dan saya ingat wajah-wajah kepala kampungnya. Ini belum terlambat kalau kepala kampung benar-benar mau serius membangun wilayahnya, kita perbaiki dan tutup lubang-lubang yang ada,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi tanggung jawab para kepala kampung untuk berbenah dan menata ulang arah pembangunan wilayahnya. Selama masih ada kemauan dan keseriusan, upaya pemulihan lingkungan dinilai belum terlambat untuk dilakukan.
“Sekarang kita sedang bertransisi menjadi daerah pariwisata. Maka segala aktivitas atau dampak yang mengurangi potensi itu harus benar-benar kita benahi, ayo kita bekerja dengan serius,” tambahnya.
Bupati perempuan pertama di Berau itu menegaskan bahwa penutupan lubang bekas tambang harus dibarengi dengan rehabilitasi lahan, salah satunya melalui penanaman tanaman produktif yang dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki komitmen dalam pemulihan lingkungan.
“Kita bisa bekerja sama dengan pihak-pihak yang siap membantu menutup lubang bekas tambang, lalu memanfaatkannya kembali. Kuncinya ada pada keseriusan bapak-bapak kepala kampung, saya sangat berharap untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sri Juniarsih juga berharap seluruh kampung mulai fokus melakukan transformasi ekonomi lokal, setiap kampung dinilai memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri yang dapat dikembangkan apabila dikelola secara terencana dan profesional.
Untuk mendukung arah tersebut, ia mendorong penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), pengembangan UMKM lokal, serta sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
“Padahal setiap kampung punya potensi wisata dan produk unggulan lho, Tinggal bagaimana BUMK, UMKM, dan ekraf lokal ini dikembangkan secara serius dengan rutin melakukan pelatihan maupun pendampingan dari orang-orang yang profesional,” tuturnya.
Kedepannya, Pemerintah Kampung juga diminta aktif berkonsultasi dan bersinergi dengan perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata maupun terhadap komunitas NGO atau media massa untuk mendukung promosi pariwisata dan potensi ekraf diwilayahnya masing-masing. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0