Survei BPS: Program MBG Dorong Perbaikan Gizi dan Buka Lapangan Kerja
Penulis: Mursyidah Auni
KARTANEWS.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik dari aspek gizi, sosial, maupun ekonomi. Hal tersebut diungkapkan dalam hasil survei nasional yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) dan dipaparkan dalam kegiatan Penyerahan Hasil Kegiatan Nota Kesepahaman antara BPS dan Badan Gizi Nasional, Selasa (3/2/2026) lalu.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, survei MBG dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program sekaligus mengukur dampaknya terhadap rumah tangga penerima manfaat. Menurutnya, pengumpulan data dilakukan melalui dua pendekatan, yakni survei khusus penyelenggaraan program dan survei baseline dampak.
“Survei baseline melibatkan 81.100 rumah tangga, sehingga hasilnya cukup representatif hingga tingkat provinsi,” ujar Amalia dalam keterangan resminya.
Berdasarkan hasil survei, mayoritas penerima manfaat menyatakan lebih mudah mengakses makanan bergizi sejak program MBG berjalan. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan makan siang berkurang, serta terjadi perubahan pola konsumsi kearah yang lebih sehat, terutama di wilayah perdesaan.
Tidak hanya berdampak pada aspek gizi, MBG juga berkontribusi terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat menyerap tenaga kerja baru, dengan sekitar 20 persen pekerja berasal dari kelompok yang sebelumnya tidak bekerja.
“Program ini memberikan efek ganda. Selain memperbaiki kualitas konsumsi pangan, MBG juga membuka peluang kerja dan membantu menurunkan pengeluaran rumah tangga untuk makanan,” tambahnya.
Penurunan pengeluaran pangan juga dinilai memberikan ruang bagi rumah tangga penerima manfaat untuk mengalokasikan dana pada kebutuhan lain, termasuk tabungan. Meski demikian, BPS juga mencatat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program, khususnya terkait fluktuasi harga dan keterbatasan pasokan bahan baku di beberapa daerah.
Dari sisi perekonomian nasional, BPS melakukan simulasi neraca sosial ekonomi yang menunjukkan bahwa alokasi anggaran MBG sebesar Rp43,28 triliun berpotensi menciptakan sekitar 1,2 juta lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain itu, program ini diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3 persen dan peningkatan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,9 persen pada 2025.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0