Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Tertinggal Jauh Dari Provinsi Lain
KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) hingga Kuartal III 2025 masih menunjukkan tren pertumbuhan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim tumbuh sebesar 4,26 persen secara tahunan (year on year). Namun, capaian tersebut belum mampu mengangkat Kaltim ke jajaran provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia.
Angka pertumbuhan tersebut tercatat berada di bawah rata-rata nasional yang berada di kisaran 5 persen. Secara peringkat, Kaltim berada di sekitar posisi ke-30 dari total 38 provinsi, tertinggal dibandingkan sejumlah daerah lain yang mencatatkan akselerasi ekonomi lebih tinggi.
Jika dibandingkan secara regional, capaian Kaltim juga masih kalah dari beberapa provinsi di Pulau Kalimantan. Sementara itu, Maluku Utara mencatat lonjakan pertumbuhan di atas 30 persen yang didorong oleh percepatan hilirisasi mineral. Sejumlah provinsi di Sulawesi serta beberapa daerah di Jawa juga mampu tumbuh stabil di rentang 5 hingga 8 persen.
Meski laju pertumbuhannya relatif moderat, struktur ekonomi Kaltim mulai menunjukkan perubahan. Ketergantungan pada sektor pertambangan perlahan berkurang seiring meningkatnya peran sektor industri pengolahan, administrasi pemerintahan, serta akomodasi dan makan minum. Sektor-sektor tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kaltim sepanjang 2025.
Sebaliknya, sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah justru mengalami perlambatan. Penurunan harga batu bara global serta berkurangnya produksi di sejumlah wilayah konsesi menjadi faktor utama yang menekan kinerja sektor ini.
Di sisi lain, pemerintah daerah menilai bobot ekonomi Kaltim tetap memiliki posisi strategis. Dengan nilai PDRB yang besar, setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi di provinsi ini memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi kawasan Kalimantan, tetapi juga terhadap perekonomian nasional.
Ke depan, tantangan utama Kaltim tidak sekadar menjaga pertumbuhan tetap positif, melainkan mendorong percepatan yang lebih kuat.
Strategi hilirisasi, penguatan sektor jasa, serta optimalisasi peluang dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai menjadi kunci agar Kaltim tidak hanya unggul dari sisi skala ekonomi, tetapi juga mampu bersaing dari segi kecepatan pertumbuhan. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0