Infrastruktur Dasar Masih Jadi Tantangan Pengembangan Pariwisata Berau

Penulis: Mursyidah Auni

Feb 9, 2026 - 15:27
Feb 10, 2026 - 13:49
 0  4
Infrastruktur Dasar Masih Jadi Tantangan Pengembangan Pariwisata Berau

KARTANEWS.COM, BERAU - Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait ketersediaan infrastruktur dasar di kawasan destinasi wisata. Keterbatasan pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi dinilai menjadi faktor utama yang menghambat optimalisasi potensi pariwisata daerah.

Anggota DPRD Kabupaten Berau, Abdul Waris menyampaikan bahwa secara perencanaan dan dokumen kebijakan, arah pembangunan pariwisata daerah sebenarnya telah disusun dengan cukup baik. Namun, implementasinya di lapangan belum berjalan maksimal karena lemahnya fokus pembangunan serta belum optimalnya dukungan penganggaran.

“Secara konsep dan perencanaan, pariwisata Berau sudah memiliki arah yang jelas. Tantangannya tinggal bagaimana komitmen politik dalam merealisasikan itu melalui anggaran dan prioritas pembangunan,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas keberlanjutan sektor pariwisata Berau, di Kantor DPRD Berau, beberapa waktu lalu.

Ia juga menyoroti masih banyak kawasan tanpa jaringan telekomunikasi di Berau. Dari puluhan titik blankspot yang ada, sebagian berada di kawasan wisata. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan, terutama di tengah tingginya kebutuhan akses internet.

“Di era sekarang, wisatawan tidak hanya datang menikmati alam, tapi juga membutuhkan akses komunikasi. Ketika sinyal tidak tersedia, itu menjadi keluhan serius,” katanya.

Selain jaringan telekomunikasi, persoalan ketersediaan listrik di sejumlah destinasi wisata juga menjadi perhatian. 

Abdul Waris mencontohkan kawasan wisata Batu Berdiri di wilayah Biduk-Biduk yang hingga kini belum teraliri listrik secara memadai. Menurutnya, pembangunan infrastruktur kelistrikan dilakukan secara terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat sekitar, termasuk Kampung Teluk Sumbang. 

Lebih lanjut, ia juga menekankan pengembangan pariwisata Berau perlu dilakukan secara fokus dan bertahap .

“Kalau semua destinasi disentuh sekaligus tapi setengah-setengah, dampaknya tidak terasa. Harus ada fokus agar hasil pembangunan benar-benar terlihat signifikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, Didi Rahmadi menjelaskan bahwa keterbatasan listrik menjadi kendala utama dalam pemerataan jaringan internet di kawasan wisata. 

Dari sejumlah destinasi yang telah disurvei bersama PLN, hanya sebagian kecil yang secara teknis memungkinkan untuk dialiri listrik.

“Sebagian besar destinasi berada di wilayah dengan medan berat dan kawasan hutan, sehingga membutuhkan kajian teknis dan anggaran yang tidak sedikit,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah tetap menyiapkan perencanaan lanjutan agar pembangunan jaringan listrik dan internet dapat diakomodasi dalam penganggaran tahun mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD Kabupaten Berau, Ratna Kalalembang turut menyoroti persoalan aksesibilitas menuju Berau, khususnya bagi wisatawan dari luar daerah.

“Minat berkunjung cukup tinggi, tetapi masih terkendala akses transportasi dan harga tiket yang relatif mahal,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung tingginya harga makanan dan minuman di sejumlah objek wisata yang dinilai dapat menurunkan minat kunjungan wisatawan. Ratna meminta organisasi perangkat daerah terkait untuk mencari solusi agar pariwisata Berau lebih ramah dan terjangkau bagi pengunjung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0