Kronologi Peristiwa Meninggalnya Pelajar SD di Kabupaten Ngada
Oleh: Mursyidah Auni
KARTANEWS.COM, NTT - Sehari sebelum peristiwa duka di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, anak berinisial YBS (10) seorang siswa kelas IV SD yang meninggal dunia tergantung di pohon cengkeh sempat menyampaikan keinginannya kepada sang ibu untuk dibelikan buku tulis dan pensil sebagai perlengkapan sekolah.
Namun karena keterbatasan ekonomi membuat permintaan itu belum dapat dipenuhi oleh ibunya.
YBS diketahui telah kehilangan ayahnya sejak sebelum ia dilahirkan. Dalam kesehariannya, YBS tinggal bersama neneknya yang telah berusia sekitar 80 tahun.
Sementara itu, ibunya yang berinisial MGT (47), menetap di kampung yang berbeda bersama lima anaknya yang lain. Kondisi tersebut menyebabkan YBS tumbuh dengan keterbatasan perhatian dan pendampingan dari sosok ibunya.
Pada malam sebelum kejadian, YBS diketahui sempat menginap di rumah ibunya. Keesokan paginya, sekitar pukul 06.00 WITA, ia diantar menggunakan ojek menuju rumah neneknya.
“Saya sempat berpesan supaya rajin sekolah dan mengerti kondisi keluarga yang sedang sulit,” ujar sang ibu dengan suara bergetar.
Pada Kamis pagi (29/1/2026), warga setempat sempat melihat YBS duduk di depan rumah neneknya. Padahal, pada jam tersebut, ia seharusnya sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Menjelang siang hari, warga yang sedang menggembalakan ternak menemukan YBS dalam kondisi tidak bernyawa di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Dalam proses pemeriksaan, aparat Polres Ngada menemukan secarik kertas berisi tulisan tangan YBS yang menggunakan bahasa daerah setempat. Surat tersebut ditujukan kepada sang ibu dan berisi pesan perpisahan.
Dalam surat tersebut, YBS meminta ibunya untuk merelakan kepergiannya serta tidak menangis. Pada bagian akhir surat, terdapat gambar sederhana menyerupai wajah menangis, yang diduga dibuat sendiri oleh korban.
Isi Surat yang Ditemukan:
KERTAS TII MAMA RETI
MAMA GALO ZEEMAMA MOLO JA’OGALO MATA MAE RITA EE MAMA
MAMA JAO GALO MATA MAE WOE RITA NE’E GAE NGAO EEMOLO MAMA
Terjemahan:
SURAT UNTUK MAMA RETI
MAMA SAYA PERGI DULU, MAMA RELAKAN SAYA PERGI, JANGAN MENANGIS YA MAMA
MAMA SAYA PERGI, TIDAK PERLU MAMA MENANGIS, MENCARI, ATAU MERINDUKAN SAYA
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Kejadian tersebut juga menjadi perhatian luas karena menyangkut isu perlindungan anak, kesejahteraan keluarga, serta pentingnya dukungan psikososial bagi anak-anak, khususnya yang hidup dalam kondisi rentan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0