ESDM Kaltim Pastikan Pengamanan Sungai Kelay di Area Tambang Berau

Oleh: Mursyidah Auni

Feb 3, 2026 - 15:38
Feb 3, 2026 - 16:02
 0  9
ESDM Kaltim Pastikan Pengamanan Sungai Kelay di Area Tambang Berau

KARTANEWS.COM, BERAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan peninjauan lapangan terhadap aktivitas pertambangan batu bara PT Supra Bara Energi di Kabupaten Berau.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan upaya perlindungan Sungai Kelay berjalan sesuai standar keselamatan lingkungan dan teknis pertambangan.

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto mengatakan, pengecekan di lapangan dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Inspektur Tambang Kementerian ESDM, khususnya terkait pengamanan wilayah tambang yang berada dekat dengan badan sungai.

“Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh rekomendasi teknis telah dilaksanakan perusahaan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Bambang menjelaskan, meskipun aspek perizinan dan pengawasan utama berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap berkewajiban melakukan pemantauan faktual sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi lingkungan di wilayahnya.

Lokasi yang ditinjau berada pada area Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi PT Supra Bara Energi yang mencakup Desa Rantau Panjang dan Desa Pagar Bukur, di wilayah Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur, Kabupaten Berau.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim teknis Dinas ESDM Kaltim menemukan bahwa perusahaan telah menerapkan sejumlah langkah pengamanan. Salah satunya melalui metode penguatan tanah menggunakan teknik injeksi semen atau grouting di sisi timur lubang tambang.

“Penyuntikan semen dilakukan hingga kedalaman sekitar 600 meter untuk menjaga stabilitas struktur tanah di sekitar bukaan tambang,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan juga memasang saluran pembuangan air khusus atau drainhole guna mengendalikan tekanan air dan mengurangi kejenuhan material pada dinding tambang.

Dari sisi reklamasi, progres penutupan lubang bekas tambang juga menunjukkan perkembangan. Berdasarkan hasil pengukuran elevasi, permukaan dasar lubang telah mengalami kenaikan sekitar 40 meter akibat penimbunan material tanah penutup.

Hingga saat ini, volume overburden yang digunakan untuk proses penimbunan tercatat sekitar 2,6 juta bank cubic meter (BCM). Namun, untuk mencapai target penutupan penuh, perusahaan masih memerlukan tambahan material sekitar 10 juta BCM.

Pengerjaan penimbunan saat ini difokuskan pada area PIT 55, tepatnya pada level pertama di kedalaman minus 90 meter dari permukaan laut.

Menurut Bambang, manajemen PT Supra Bara Energi menargetkan penutupan level pertama lubang tambang dapat diselesaikan pada Agustus 2026. Nantinya, area tersebut direncanakan memiliki elevasi akhir sekitar lima meter di atas permukaan laut.

“Bentangan horizontal antar dinding bekas tambang dirancang mencapai sekitar 500 meter sehingga dapat berfungsi sebagai penyangga alami dan meningkatkan faktor keamanan lingkungan,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0