Mengintip Kenyamanan Hunian Pekerja IKN: Ramah Gender, Aman, dan Inklusif bagi Perempuan

Jul 31, 2026
Mengintip Kenyamanan Hunian Pekerja IKN: Ramah Gender, Aman, dan Inklusif bagi Perempuan

KARTANEWS.COM, NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya berfokus pada kemegahan fisik infrastruktur, melainkan juga memprioritaskan kenyamanan para manusianya.

Melalui pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK), Otorita IKN secara konsisten menerapkan kebijakan responsif gender guna memberikan perlindungan menyeluruh bagi seluruh penghuni, khususnya pekerja perempuan. 

​Hunian Pekerja Konstruksi itu sendiri dirancang sebagai tempat tinggal terpadu bagi para pekerja yang menyokong pembangunan IKN, mulai dari tenaga konstruksi, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga tenaga pendukung operasional lainnya.

Seluruh kawasan difasilitasi dengan sistem manajemen gedung (building management) profesional demi menjamin keamanan, kenyamanan, serta ketersediaan sarana pendukung seperti kantin, tempat ibadah, dan ruang terbuka hijau.

​Saat ini, kawasan HPK tercatat dihuni oleh 716 perempuan (16,6 persen) dan 3.586 laki-laki (83,4 persen). Guna mengakomodasi kebutuhan privasi dan rasa aman bagi ratusan pekerja wanita tersebut, Otorita IKN mengkhususkan 4 tower dari total 35 tower di kawasan HPK 2 sebagai area hunian khusus perempuan.

Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis gender ini bertujuan menciptakan iklim kerja dan tempat tinggal yang kondusif.

Menurutnya, lingkungan yang aman secara langsung akan mendukung efisiensi dan produktivitas para pekerja saat beraktivitas di lapangan. 

​Untuk mengawal kebijakan tersebut, Otorita IKN menyiagakan petugas keamanan perempuan di blok hunian wanita, mengintegrasikan sistem kebersihan (housekeeping) berbasis zona gender, memasang kamera pengawas (CCTV) di area publik, serta menerapkan tata tertib yang ketat.

Salah seorang Petugas Keamanan Perempuan di HPK 2, Nirwana, menegaskan bahwa laki-laki dilarang keras memasuki tower perempuan tanpa pengawalan resmi guna menjaga privasi penghuni. 

​Dampak positif sistem pengelolaan ini dirasakan langsung oleh Sri, salah satu pekerja perempuan yang telah menetap di HPK selama satu tahun. Ia mengaku merasa jauh lebih tenang karena zona tempat tinggalnya terpisah dari penghuni laki-laki.

Keberadaan petugas pengaman serta kamera CCTV 24 jam membuat para pekerja dapat beristirahat dengan maksimal usai menuntaskan pekerjaan harian mereka di kawasan Nusantara.

​Langkah ini menegaskan komitmen Otorita IKN bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara tak sekadar menghadirkan bangunan berteknologi tinggi, tetapi juga membangun ekosistem kerja yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi kesejahteraan seluruh pekerjanya.(Rein)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0