Ragam Kuliner Khas Berau, Pilihan Menu Berbuka Puasa Sarat Cita Rasa Lokal
Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi
KARTANEWS.COM, BERAU – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang merefleksikan perpaduan budaya pesisir dan pedalaman.
Keunikan kulinernya menghadirkan ragam hidangan dengan karakter rasa manis dan gurih yang dinilai sesuai sebagai menu berbuka puasa.
Saat Ramadan, masyarakat umumnya mencari sajian yang mampu mengembalikan energi secara bertahap serta tetap nyaman bagi pencernaan.
Kuliner khas Berau menawarkan alternatif menu berbuka yang tidak hanya lezat, tetapi juga mengandung nilai tradisi dan kearifan lokal.
Berikut sejumlah rekomendasi kuliner khas Berau yang cocok disajikan saat berbuka puasa:
1. Sangko (Kue Tradisional Manis)
Sangko merupakan kue tradisional berbahan dasar tepung ketan dan gula merah yang diolah dengan cara dikukus. Teksturnya kenyal dengan rasa manis yang khas dan tidak berlebihan.
Kandungan karbohidrat dari ketan serta gula merah menjadikan kue ini efektif membantu memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Sangko umumnya dinikmati dalam kondisi hangat dan dipadukan dengan teh tawar sebagai pelengkap.
2. Bubur Ancur Paddas
Hidangan ini berasal dari tradisi masyarakat lokal, khususnya suku Banua. Istilah “paddas” merujuk pada kekayaan rempah yang digunakan, bukan rasa pedas dari cabai.
Bubur Ancur Paddas disajikan dengan campuran beras yang dimasak hingga lembut bersama sayuran, jagung, dan bumbu tradisional.
Rasanya gurih dengan aroma rempah yang kuat serta tekstur yang halus, sehingga relatif ringan di lambung dan sesuai sebagai menu pembuka berbuka puasa.
3. Tehe-Tehe (Nasi Ketan dalam Cangkang Bulu Babi)
Tehe-Tehe merupakan kuliner khas pesisir yang mencerminkan kedekatan masyarakat Berau dengan sumber daya laut. Hidangan ini dibuat dari beras ketan yang dicampur santan, kemudian dimasak menggunakan cangkang bulu babi yang telah dibersihkan.
Prosesnya memungkinkan sari laut meresap ke dalam ketan, menghasilkan cita rasa gurih yang khas. Meski tergolong unik, sajian ini menjadi simbol kekayaan tradisi maritim daerah.
4. Udang Singgang
Sebagai daerah dengan potensi perikanan yang besar, Berau memiliki berbagai olahan hasil laut, salah satunya Udang Singgang. Udang segar, terutama dari perairan Sungai Kelay dan Segah, dipanggang atau dibakar dengan bumbu sederhana untuk mempertahankan rasa alaminya.
Metode pengolahan ini menghasilkan perpaduan rasa manis alami dengan aroma asap yang khas. Kandungan protein yang tinggi menjadikan hidangan ini sesuai sebagai lauk utama saat berbuka.
Keberagaman kuliner tidak hanya memperkaya pilihan menu berbuka puasa, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Berau. Berkembangnya kuliner modern, sajian tradisional tetap menjadi bagian penting dalam tradisi Ramadan, menghadirkan cita rasa yang menenangkan sekaligus menjaga nilai kebersamaan.
Dengan karakter rasa yang seimbang dan relatif ramah di pencernaan, kuliner khas Berau menjadi alternatif menu berbuka puasa yang layak diperkenalkan lebih luas sebagai bagian dari kekayaan gastronomi daerah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0