Produksi Beras Nasional 2025 Meningkat Signifikan, BPS Catat Tembus 34,69 Juta Ton

Oleh: Mursyidah Auni

Feb 4, 2026 - 17:42
Feb 4, 2026 - 17:47
 0  2
Produksi Beras Nasional 2025 Meningkat Signifikan, BPS Catat Tembus 34,69 Juta Ton
Istimewa

KARTANEWS.COM, INDONESIA – Kinerja sektor pertanian nasional menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton. Angka meningkat sebesar 13,29 persen dibandingkan capaian produksi beras pada tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa kenaikan produksi beras ini sejalan dengan meningkatnya produksi padi nasional yang ditopang oleh produktivitas dan perluasan luas panen.

“Produksi beras sepanjang Januari sampai Desember 2025 tercatat sebesar 34,69 juta ton. Angka ini meningkat sekitar 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ujarnya dalam rilis resmi BPS, Senin (2/2/2026).

Ateng menjelaskan, capaian angka tetap produksi beras tersebut relatif konsisten dengan proyeksi lembaga internasional. Sebelumnya, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) serta Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton pada 2025.

Dari sisi hulu, produksi padi nasional juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sepanjang Januari–Desember 2025, produksi padi mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), naik sekitar 7,06 juta ton GKG atau 13,29 persen dibandingkan tahun 2024.

“Produksi padi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,44 juta ton GKG, meningkat lebih dari 22 persen dibandingkan Desember tahun sebelumnya. Secara kumulatif, produksi padi sepanjang 2025 mencapai 60,21 juta ton GKG,” jelas Ateng.

Ia menambahkan, peningkatan produksi padi nasional tidak terlepas dari membaiknya produktivitas. Sepanjang 2025, rata-rata produktivitas padi dalam kualitas gabah kering panen (GKP) tercatat sebesar 63,55 kuintal per hektare, sedangkan dalam kualitas gabah kering giling (GKG) mencapai 53,18 kuintal per hektare.

Selain produktivitas, faktor perluasan luas panen juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi. BPS mencatat luas panen padi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 11,32 juta hektare atau meningkat sekitar 12,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki awal tahun 2026, BPS juga mencatat potensi produksi padi yang masih menjanjikan. Pada periode Januari–Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 17,65 juta ton GKG, meningkat sekitar 15,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara potensi produksi beras pada periode yang sama diproyeksikan mencapai 10,16 juta ton atau naik sekitar 15,79 persen.

“Angka Januari hingga Maret 2026 masih bersifat potensi dan dapat berubah, tergantung kondisi di lapangan seperti cuaca, serangan hama, banjir, kekeringan, maupun pergeseran waktu panen,” ungkapnya.

Secara spasial, potensi panen padi pada awal 2026 diperkirakan terkonsentrasi di wilayah sentra produksi nasional, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten, serta sejumlah provinsi di Sumatra, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Capaian produksi beras tahun 2025 ini dinilai menjadi indikator membaiknya kinerja sektor pertanian nasional. 

Pemerintah berharap peningkatan produksi yang ditopang oleh produktivitas dan luas panen tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas pasokan beras, serta mendukung keberlanjutan pembangunan pertanian di tengah tantangan iklim dan dinamika global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0