Waspada Campak Jelang Lebaran, Ini Tips Perkuat Langkah Pencegahan

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 18, 2026 - 13:40
Mar 18, 2026 - 14:45
 0  5
Waspada Campak Jelang Lebaran, Ini Tips Perkuat Langkah Pencegahan
Ilustrasi imunisasi campak (Kemenkes RI)

KARTANEWS.COM, BERAU – Campak merupakan penyakit infeksi menular akibat virus yang menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin dengan gejala demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta ruam kemerahan pada kulit, penyakit ini sangat mudah menular terutama pada anak yang belum memiliki kekebalan tubuh.

Menjelang lebaran, risiko penularan campak berpotensi meningkat seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat. Arus mudik menyebabkan peningkatan aktivitas berkumpul dalam jumlah yang besar sehingga menuntut kewaspadaan lebih untuk mengantisipasi penyebaran campak.

Secara nasional, Kementerian Kesehatan RI masih menemukan kasus campak dan rubella di sejumlah daerah, kondisi tersebut berkaitan dengan belum meratanya cakupan imunisasi pascapandemi COVID-19.

Beberapa wilayah melaporkan peningkatan kasus sehingga pemerintah terus memperkuat imunisasi kejar (Catch Up Campaign) dan meningkatkan deteksi dini di berbagai sektor layanan kesehatan.

Di Kabupaten Berau, kondisi relatif terkendali karena dalam satu tahun terakhir tidak ditemukan kasus campak yang berujung kematian maupun kasus positif, namun potensi penularan tetap perlu diwaspadai terutama dari luar daerah saat arus mudik berlangsung.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Tuty Handayanie, menegaskan bahwa imunisasi tetap menjadi langkah perlindungan utama karena mampu membentuk kekebalan tubuh sehingga saat terpapar virus gejala cenderung lebih ringan dan risiko komplikasi dapat ditekan.

"Orang yang sudah mendapatkan vaksin campak memang masih berpotensi tertular, tetapi gejala yang muncul umumnya jauh lebih ringan dibandingkan yang belum pernah diimunisasi," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2026). 

Selain imunisasi, masyarakat perlu menerapkan langkah pencegahan secara konsisten seperti menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat mengalami gejala flu atau berada di keramaian guna menekan risiko penularan.

“Ini bagian terpenting yang sering disepelekan, jadi selain imunisasi, masyarakat perlu menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk, dan menggunakan masker saat sakit atau di keramaian,” tambahnya.

Peran orang tua juga menjadi penting dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan anak, terutama ketika muncul gejala demam yang disertai ruam.

Selain itu, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan agar penanganan lebih cepat sekaligus mencegah penyebaran lebih luas.

Menurutnya, upaya lain yang tidak kalah penting adalah menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, serta menghindari kelelahan selama perjalanan mudik.

Terakhir, masyarakat perlu memastikan sirkulasi udara tetap baik di rumah maupun tempat berkumpul serta menjaga kebersihan lingkungan.

Dinkes Berau berharap penerapan langkah pencegahan yang konsisten dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat, potensi penyebaran campak dapat ditekan sehingga perayaan Idulfitri dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Kemenkes sendiri menegaskan bahwa campak bukan penyakit ringan karena dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak, terutama pada anak dengan kondisi gizi kurang atau tanpa imunisasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0