IKN Ubah Sampah Jadi Energi, Model Pengelolaan Limbah Masa Depan Indonesia

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 5, 2026 - 16:00
Mar 5, 2026 - 16:21
 0  4
IKN Ubah Sampah Jadi Energi, Model Pengelolaan Limbah Masa Depan Indonesia
Pengelolaan sampah di TPST 1 IKN (Humas Otorita IKN)

KARTANEWS.COM, IKN – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mempersiapkan infrastruktur layanan dasar menjelang pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke ibu kota baru.

Salah satu fasilitas yang mulai dioperasikan adalah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 1 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 74 ton sampah rumah tangga per hari.

Fasilitas dirancang sebagai sistem pengelolaan sampah modern yang mengintegrasikan proses pemilahan, pengurangan kadar air, hingga pengolahan menggunakan teknologi termal.

TPST juga diproyeksikan menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah berbasis energi atau waste to energy di Indonesia.

Manajer PT Bina Karya untuk Operation & Maintenance (OM) TPST 1, Harun menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dibangun untuk menangani sampah yang berasal dari kawasan KIPP dan wilayah di sekitarnya.

“TPST 1 IKN dirancang untuk menampung dan mengolah sampah dari kawasan inti pemerintahan. Sistem pengelolaannya menggunakan dua bangunan utama, yaitu bangunan pengolahan fisika dan bangunan pengolahan termal,” ujarnya dalam situs resmi IKN.

Harun menambahkan, kapasitas awal fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah hingga dua unit masing-masing 30 ton sampah per hari, sehingga secara keseluruhan dapat menangani sekitar 60 hingga 74 ton limbah domestik setiap harinya.

Menurutnya, sistem pengolahan berbasis waste to energy memungkinkan sampah yang telah diproses menghasilkan energi, sehingga tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sistem pengelolaan lingkungan di IKN.

“Konsep ini diharapkan dapat menjadi rujukan pengelolaan sampah modern yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan di kota-kota lain di Indonesia,” jelasnya.

Keberadaan TPST 1 juga disiapkan untuk mendukung peningkatan jumlah penduduk di Nusantara seiring pembangunan kawasan hunian dan perpindahan ASN secara bertahap.

Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi, fasilitas ini diharapkan mampu mengantisipasi meningkatnya produksi sampah di ibu kota baru sekaligus menjaga kualitas lingkungan di kawasan tersebut.

Sementara itu, Project Officer Direktorat Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan (PGKP) untuk Operation & Maintenance TPST 1, Alifriyanto, menyampaikan bahwa pengoperasian fasilitas ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, sejumlah warga di sekitar kawasan IKN turut dilibatkan dalam operasional fasilitas tersebut sebagai tenaga kerja.

“TPST ini tidak hanya mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan dalam operasional fasilitas,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan fasilitas pengolahan sampah ini juga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.

Pengelolaan operasional TPST 1 berada di bawah koordinasi Direktorat Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan (PGKP) Otorita IKN yang bertugas melakukan supervisi serta pengendalian fasilitas dan PT Bina Karya menjalankan peran sebagai pelaksana teknis operasional.

Dengan pengoperasian TPST berbasis teknologi ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan di ibu kota baru.

Inovasi waste to energy diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga memanfaatkan limbah sebagai sumber energi yang mendukung keberlanjutan kawasan Nusantara di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0