Tersesat 6 Hari di Hutan Meraang Berau, Dua Pencari Gaharu Ditemukan Selamat 13 KM dari Pondok
KARTANEWS.COM, BERAU – Dua orang petani pencari kayu gaharu yang dilaporkan hilang di dalam hutan Meraang Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Rabu (27/5/2026).
Kedua korban ditemukan oleh tim gabungan setelah tersesat selama kurang lebih enam hari di dalam hutan. Kedua korban yang bernama Paharudin (57) dan Sawaludin (44), merupakan warga Jalan Mojo Labanan Makmur.
Peristiwa bermula ketika kedua korban bersama seorang saksi bernama Marzoan (20) masuk ke dalam hutan untuk mencari kayu gaharu. Setelah 16 hari berada di dalam hutan, pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 11.30 WITA, mereka berniat untuk kembali ke pondok tempat peristirahatan. Namun, di tengah perjalanan, kedua korban terpisah dan tidak kunjung sampai di pondok.
Saksi Marzoan sempat melakukan pencarian mandiri secara swadaya hingga hari Sabtu. Karena pencarian tidak membuahkan hasil, Marzoan akhirnya memutuskan pulang ke Labanan pada Sabtu sore untuk meminta bantuan keluarga dan warga.
Setelah upaya pencarian bersama warga pada hari Minggu tetap nihil, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Pospol Labanan.Operasi Pencarian Gabungan Mendapat laporan orang hilang, tim gabungan langsung bergerak melakukan operasi pencarian sejak Minggu (24/5/2026).
Pencarian tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya POLRI (Pospol Labanan), TNI (Babinsa), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), Pemerintah Kampung, masyarakat, serta pihak keluarga korban, dan Ex Tim Rescue Respon Time .
Pencarian intensif dilakukan dengan menyisir area sekitar pondok korban di Jalan Maraang STA 19. Pada pencarian hari kedua (Senin) dan ketiga (Selasa), tim gabungan yang mengerahkan puluhan personel sempat menghadapi jalan buntu karena hasil pencarian masih nihil.
Korban Ditemukan Selamat
Titik terang akhirnya didapatkan pada pencarian hari keempat, Rabu (27/5/2026). Tim gabungan bersama masyarakat berhasil menemukan Paharudin dan Sawaludin di seberang Sungai Inaran. Jarak lokasi penemuan tersebut terbilang cukup jauh, yakni sekitar 13 kilometer dari pondok awal tempat mereka menginap.
"Kedua korban ditemukan dalam kondisi hidup dan selamat. Berdasarkan pengakuan dari korban, mereka kehilangan arah dan tersesat di dalam hutan," tulis Dwi Susilo, petugas di lapangan dalam laporan resminya
Setelah berhasil dievakuasi dari dalam hutan, tim gabungan bersama masyarakat langsung melarikan kedua korban ke Puskesmas Labanan guna mendapatkan pemeriksaan medis dan perawatan lebih lanjut untuk memulihkan kondisi fisik mereka. (REIN/daa)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0