Masjid Muhammad Cheng Hoo Kaltim, Simbol Akulturasi Budaya dan Ikon Wisata Religi di Jalur Samarinda–Balikpapan

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 6, 2026 - 16:09
Mar 6, 2026 - 16:45
 0  3
Masjid Muhammad Cheng Hoo Kaltim, Simbol Akulturasi Budaya dan Ikon Wisata Religi di Jalur Samarinda–Balikpapan
Masjid Cheng Ho di Kutai Kartanegara (Istimewa)

KARTANEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA – Keberadaan Masjid Muhammad Cheng Hoo di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu simbol nyata harmonisasi budaya dan agama di Indonesia. 

Masjid yang berdiri di jalur utama penghubung Kota Samarinda dan Balikpapan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, tetapi juga menjadi representasi kuat akulturasi budaya Tionghoa, Islam, dan lokal Nusantara.

Dengan dominasi warna merah yang mencolok serta ornamen arsitektur bergaya Tiongkok, bangunan masjid ini kerap menarik perhatian masyarakat yang melintas di jalur tersebut. 

Banyak pengendara yang sengaja berhenti sejenak untuk beribadah, beristirahat, ataupun mengabadikan momen di sekitar kompleks masjid yang memiliki desain unik dan berbeda dari masjid pada umumnya.

"Masjid ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat musim mudik Lebaran," kata Sekretaris Pengurus Masjid Muhammad Cheng Hoo, Nurdin Haddade di Kutai Kartanegara, dikutip dari Antara, Jumat (6/3/2026).

Pengurus Masjid juga terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat maupun para musafir yang singgah dengan menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.

“Kami memperhatikan kebutuhan musafir dengan menyediakan berbagai fasilitas memadai seperti area parkir kendaraan yang luas, toilet yang terjaga kebersihannya, hingga tempat istirahat gratis,” ujar Nurdin.

Asal usul Masjid ini dinamai Muhammad Cheng Hoo, merujuk pada sosok Laksamana Cheng Hoo atau Zheng He, seorang pelaut legendaris asal Tiongkok yang dikenal sebagai muslim dan pernah melakukan pelayaran besar ke berbagai wilayah Asia pada abad ke-15, termasuk ke wilayah Nusantara. 

Dalam catatan sejarah, ekspedisi Cheng Hoo tidak hanya membawa misi perdagangan dan diplomasi, tetapi juga menjadi bagian dari penyebaran Islam secara damai di berbagai wilayah yang disinggahinya.

Nama Cheng Hoo dipilih sebagai simbol nilai toleransi, perdamaian, serta keterbukaan budaya yang selama ini menjadi karakter penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. 

Sosok Cheng Hoo juga dianggap sebagai representasi sejarah interaksi antara peradaban Tionghoa dan dunia Islam yang telah berlangsung sejak berabad-abad lalu.

Pembangunan Masjid Cheng Hoo di Kalimantan Timur digagas dan dibangun oleh pengusaha asal Kalimantan Timur, Muhammad Jos Soetomo. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2006 dan selesai pada tahun 2007 yang didirikan di atas lahan hibah dari seorang warga bernama Welly Susanto di Desa Batuah, Loa Janan, Kutai Kartanegara.

Sejak awal pendiriannya, masjid ini tidak hanya dirancang sebagai tempat pelaksanaan ibadah salat, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah bagi masyarakat sekitar.

Konsep arsitektur Masjid Cheng Hoo menjadi salah satu daya tarik utama yang membuatnya dikenal luas oleh masyarakat. Bangunannya memadukan unsur arsitektur khas Tiongkok dengan simbol-simbol Islam serta sentuhan lokal yang menyesuaikan dengan karakter lingkungan Kalimantan.

Secara visual, warna merah mendominasi tampilan bangunan karena dalam budaya Tionghoa, warna merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, serta kemakmuran. Selain itu, ornamen berwarna kuning dan hijau juga terlihat pada beberapa bagian bangunan, menambah kesan estetika yang kuat.

Bentuk atap masjid menyerupai pagoda atau bangunan tradisional Tiongkok yang biasanya ditemukan pada kelenteng. Ornamen ukiran yang detail serta bentuk lengkungan atap menjadi ciri khas arsitektur yang langsung dikenali oleh masyarakat.

Meskipun memiliki tampilan yang menyerupai bangunan tradisional Tionghoa, identitas Islam tetap terlihat jelas pada bagian interior masjid. Beberapa bagian bangunan dihiasi kaligrafi Arab yang berisi ayat-ayat suci Al-Qur’an. 

Selain itu, tata ruang salat tetap mengikuti kaidah arsitektur masjid pada umumnya, dengan arah kiblat yang jelas serta ruang utama yang luas untuk menampung jamaah.

Desain bangunan juga disesuaikan pada kondisi iklim tropis Kalimantan dengan struktur bangunan dibuat cukup terbuka agar sirkulasi udara berjalan dengan baik, sehingga suasana di dalam masjid tetap terasa sejuk meskipun berada di kawasan dengan suhu yang cukup tinggi.

Seiring berjalannya waktu, Masjid Cheng Hoo tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga berkembang menjadi salah satu destinasi wisata religi yang cukup terkenal di Kalimantan Timur. 

Selain kegiatan ibadah rutin, pengurus masjid juga menyelenggarakan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial, seperti pengajian, pembinaan mualaf, kegiatan dakwah, hingga peringatan hari besar Islam. 

Kegiatan-kegiatan tentunya melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan budaya yang mencerminkan kehidupan masyarakat Kalimantan Timur yang dikenal memiliki tingkat toleransi tinggi. Ada beragam macam suku di provinsi ini dan berbagai etnis seperti Banjar, Bugis, Jawa, Dayak, hingga Tionghoa hidup berdampingan dalam suasana yang relatif harmonis.

Melalui keberadaan masjid ini, nilai-nilai keberagaman tercermin secara nyata. Masjid Cheng Hoo menjadi bukti bahwa identitas budaya dapat berjalan beriringan dengan praktik keagamaan tanpa harus saling meniadakan.

Kehadiran masjid ini mengingatkan kembali pada sejarah panjang hubungan antara peradaban Tionghoa dan dunia Islam di Nusantara. 

Arsitektur yang unik, nilai sejarah yang kuat, serta perannya sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan, Masjid Muhammad Cheng Hoo di Kalimantan Timur kini tidak hanya menjadi tempat ibadah semata, tetapi juga simbol penting dari akulturasi budaya, toleransi, serta kekayaan sejarah Islam di Indonesia. 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0