ESDM RI Tetapkan BBN Rp.14.643 Per-liter mulai Juni 2026

Jun 4, 2026
ESDM RI Tetapkan BBN Rp.14.643 Per-liter mulai Juni 2026
Ilustrasi

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel untuk periode Juni 2026 sebesar Rp 14.643 per liter.

Angka tersebut mencatatkan tren positif berupa penurunan jika dibandingkan dengan HIP periode Mei 2026 yang sempat menyentuh Rp 14.917 per liter.

​Pengumuman ini dirilis secara resmi oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE). Melalui informasi publikasi berkala, regulasi harga komoditas nabati ini diharapkan menjadi acuan bagi para pelaku industri energi nasional.

​“HIP BBN Biodiesel dan Bioetanol bulan Juni 2026 telah hadir. HIP Biodiesel Juni 2026 Rp14.643 per liter plus ongkos angkut,” tulis akun Instagram resmi @djebtke, dikutip Rabu (3/6/2026).

​Penetapan harga acuan ini didasarkan pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025 terkait Harga Indeks Pasar BBN Jenis Biodiesel yang dicampurkan ke dalam Bahan Bakar Minyak (BBM). Regulasi ini disusun menggunakan formula perhitungan yang ketat

Secara terperinci, harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) rata-rata berada di angka Rp 15.348 per kilogram untuk periode 25 April hingga 24 Mei 2026. Sementara itu, nilai US$ 85 per metrik ton (Metric Ton/MT) merupakan faktor konversi biaya bahan baku menjadi produk biodiesel siap pakai.

​Faktor penentu lainnya adalah nilai kurs tengah Bank Indonesia yang berada di rata-rata Rp 17.444 per dolar AS pada rentang tanggal yang sama. Terakhir, angka 870 kg/m³ digunakan sebagai ketetapan konversi dari satuan massa ke volume (liter). 

Adapun komponen ongkos angkut akan ditambahkan kemudian berdasarkan wilayah pengiriman titik serah.​Penurunan HIP biodiesel bulan Juni ini dipengaruhi oleh stabilnya pasokan kelapa sawit domestik serta fluktuasi nilai tukar Rupiah. 

Kebijakan penurunan harga dasar ini diharapkan mampu menjaga efisiensi biaya program pencampuran biodiesel ke dalam sediaan Solar nasional, sekaligus menjaga stabilitas harga energi di tingkat konsumen akhir. (Rein/daa) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0