Pemprov Kaltim Sebut Galian C Bisa Tembus 1,5 Triliun Apabila Para Pelaku Usaha Taat Regulasi

Jun 22, 2026
Pemprov Kaltim Sebut Galian C Bisa Tembus 1,5 Triliun Apabila Para Pelaku Usaha Taat Regulasi
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji (tengah) saat berkunjung ke Pemprov Jateng (Istimewa)

KARTANEWS.COM, KALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempelajari tata kelola perizinan pertambangan mineral bukan logam dan batuan di Jawa Tengah. Upaya ini diambil sebagai langkah meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperkuat pengawasan lingkungan pada sektor pertambangan.

​Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama sejumlah pejabat terkait, dan diterima langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Jateng, Semarang, Jumat (19/6/2026).

Potensi yang Belum Maksimal

​Dalam pertemuan itu, Seno Aji mengungkapkan Kalimantan Timur memiliki potensi dana jaminan reklamasi (Jamrek) yang sangat besar dari aktivitas pertambangan mineral bukan logam dan batuan atau dikenal galian C.

​"Kami memiliki potensi dana jaminan reklamasi lebih dari Rp1 triliun, bahkan bisa mencapai Rp3,4 triliun," kata Seno Aji melalui akun rema Instagram Pemprov Kaltim.

​Namun, menurutnya, potensi tersebut belum tergarap optimal karena sebagian pelaku usaha masih mengacu pada pola lama dan belum sepenuhnya memenuhi kewajiban penyetoran dana jaminan reklamasi. 

Ia menilai apabila seluruh perusahaan tambang mematuhi aturan yang berlaku, daerah berpotensi memperoleh tambahan pendapatan hingga Rp1,5 triliun per tahun.

​"Kalau para pelaku usaha galian C taat seperti yang diterapkan di Jawa Tengah, minimal daerah bisa mendapatkan pemasukan sekitar Rp1,5 triliun setiap tahun," ujarnya.

Studi Banding Regulasi

​Pemprov Kaltim melakukan studi efektivitas kebijakan dan regulasi perizinan Mineral Bukan Logam (MBL), Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu (MBLJT), dan batuan yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hasil studi tersebut diharapkan menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola pertambangan di Kalimantan Timur.

​Seno menilai selama ini kontribusi sektor pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah belum optimal meski Kaltim memiliki sumber daya alam yang melimpah.

​"Kita terlalu euforia, tetapi pertumbuhan ekonomi Kaltim masih stagnan di angka 2,9 persen. Potensi galian C harus bisa memberikan manfaat yang lebih besar ke depan," pungkasnya.(Rein/daa) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0