Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Samarinda Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor

Jun 20, 2026
Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Samarinda Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor

KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda memperketat langkah mitigasi dan koordinasi lintas instansi. Langkah taktis ini diambil guna menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor menyusul tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kota Samarinda dalam sepekan terakhir.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Edi Susanto, saat menjadi narasumber dalam Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur bertema "Menelaah Efektivitas Program Penanggulangan Banjir Samarinda" pada Jumat (19/6/2026).

​Menurut Edi, kondisi cuaca di Samarinda saat ini sangat fluktuatif dan berubah cepat. Cuaca yang terpantau cerah pada pagi hari kerap berubah menjadi hujan lebat menjelang sore hari. 

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Samarinda, hujan deras pada Kamis (18/6/2026) telah memicu genangan banjir di 16 titik lokasi.

​"Beberapa titik genangan bahkan sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas yang cukup parah, salah satunya di ruas jalan sekitar Simpang Alaya hingga Simpang Kebun Agung," ujarnya.

​Selain banjir, curah hujan tinggi juga memicu bencana tanah longsor di beberapa kawasan. Salah satu dampak terparah terjadi di kawasan Sentosa Dalam, yang mengakibatkan kerusakan fisik pada pagar SDN 009 Samarinda. 

Berdasarkan data pemutakhiran BPBD, terdapat 19 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 74 jiwa yang terdampak langsung. Sementara itu, ribuan warga lainnya mengalami dampak tidak langsung akibat lumpuhnya akses transportasi dan aktivitas harian.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, luka, maupun korban hilang.

​Merespons prakiraan BMKG bahwa curah hujan tinggi masih akan bertahan hingga beberapa bulan ke depan, BPBD Samarinda terus mengoptimalkan sinergi bersama BMKG, Dinas PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan BPBD Provinsi Kaltim. Koordinasi cepat dilakukan secara intensif melalui rapat lintas sektor maupun grup komunikasi darurat.

​"Sinergi seluruh pihak adalah kunci. Dengan koordinasi yang solid, langkah mitigasi yang disiapkan dapat meminimalkan dampak bencana secara efektif di lapangan," pungkasnya.

Melalui kesiapsiagaan personel dan pemantauan berkala, BPBD berkomitmen penuh menjaga keselamatan masyarakat Samarinda. (REIN/daa) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0