Ekuinoks Dorong Kenaikan Suhu Udara di Samarinda

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 31, 2026 - 16:14
Mar 31, 2026 - 17:52
 0  2
Ekuinoks Dorong Kenaikan Suhu Udara di Samarinda
Ilustrasi Ekuinoks (istimewa)

KARTANEWS.COM, SAMARINDA — Suhu udara di Kota Samarinda dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terpantau meningkat dan terasa lebih panas dari biasanya.

Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena ekuinoks, yakni ketika posisi semu Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sehingga penyinaran matahari ke permukaan bumi berlangsung lebih maksimal.

Prakirawan BMKG Samarinda, Fatuh Hidayatullah, menjelaskan bahwa ekuinoks merupakan fenomena alam yang terjadi secara rutin dua kali dalam setahun, yakni pada Maret dan September. Pada periode tersebut, wilayah yang berada di sekitar ekuator, termasuk Kalimantan, menerima paparan sinar matahari secara lebih intens.

“Peningkatan suhu ini juga didukung oleh kondisi cuaca yang cenderung cerah dengan tutupan awan yang minim, sehingga radiasi matahari dapat langsung mencapai permukaan,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait kondisi cuaca, Senin (30/3/2026).

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, suhu maksimum dalam beberapa hari terakhir tercatat mencapai kisaran 34 derajat Celsius.

BMKG memperkirakan, memasuki akhir April hingga Mei, Kalimantan Timur akan mulai memasuki periode peralihan musim atau pancaroba.

Pada fase ini, potensi terjadinya cuaca ekstrem meningkat, terutama akibat pertumbuhan awan konvektif yang dipicu oleh pemanasan intens sejak pagi hingga siang hari.

Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan hujan lebat dengan durasi singkat pada sore hingga malam hari yang kerap disertai angin kencang.

BMKG turut mengingatkan bahwa tidak semua angin kencang dapat dikategorikan sebagai puting beliung.

Kecepatan angin dikatakan kencang apabila melebihi 25 knot atau sekitar 45 kilometer per jam, sedangkan puting beliung ditandai dengan adanya pusaran angin yang jelas.

Seiring perubahan kondisi cuaca yang dinamis, masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan. Paparan panas berlebih serta fluktuasi cuaca dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, pusing, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Selain itu, warga juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada masa pancaroba yang identik dengan potensi cuaca ekstrem.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0