El Nino “Godzilla” Diprediksi Datang, Berau Perkuat Antisipasi Karhutla

Penulis: Tsy | Editor: Dewi

Apr 1, 2026 - 15:33
 0  2
El Nino “Godzilla” Diprediksi Datang, Berau Perkuat Antisipasi Karhutla

KARTANEWS.COM, BERAU - Kemunculan fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi mulai April 2026 menjadi perhatian khusus Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau. Potensi musim kemarau panjang mendorong peningkatan kesiapsiagaan guna mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Fenomena yang kerap disebut sebagai “El Nino Godzilla” ini sebelumnya telah diperingatkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dampaknya diperkirakan cukup besar dan dapat berlangsung hingga Oktober mendatang.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin meremehkan siklus cuaca ekstrem tersebut. Menurutnya, meskipun El Nino merupakan fenomena yang berulang, dampaknya tetap harus diwaspadai.

“El Nino memang terjadi secara siklus, tetapi efek yang ditimbulkan tidak bisa dianggap ringan. Suhu panas berpotensi berlangsung lama, bahkan bisa mencapai delapan bulan,” ungkapnya. 

Ia menjelaskan, dampak El Nino tidak hanya berpotensi memicu karhutla, tetapi juga dapat menyebabkan kebakaran di kawasan permukiman, kekeringan pada lahan pertanian, hingga gangguan terhadap sektor perikanan masyarakat.

Sebagai bentuk antisipasi, Disdamkarmat Berau mulai memperkuat kesiapan internal. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari evaluasi personel, pelatihan mandiri, hingga pembentukan tim siaga untuk meningkatkan kecepatan respons di lapangan.

“Kami telah melakukan evaluasi terhadap personel dan menyiapkan tim siaga. Ini merupakan bagian dari upaya mitigasi sejak dini, termasuk langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, sebanyak 88 personel telah disiagakan dan ditempatkan di hampir seluruh kecamatan di Berau. Namun jumlah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai sekitar 250 personel.

“Memang jumlahnya belum ideal, tetapi kami berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada, termasuk dengan melibatkan relawan serta Masyarakat Peduli Api,” ujarnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, armada pemadam dinilai masih dalam kondisi layak operasional. Setiap kecamatan telah dilengkapi mobil tangki, sementara di pos induk tersedia sekitar 18 unit armada pendukung.

“Untuk saat ini armada masih mencukupi, namun ke depan tetap diperlukan penambahan dan peremajaan,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan tambahan dukungan anggaran, termasuk melalui dana bagi hasil sumber daya kehutanan, guna memperkuat upaya penanggulangan karhutla.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran, khususnya selama musim kemarau panjang.

“Hindari membuka lahan dengan cara membakar, dan pastikan setiap aktivitas yang berpotensi memicu api selalu diawasi. Upaya pencegahan adalah hal yang paling utama,” tegasnya.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk menyiapkan cadangan air di lingkungan masing-masing sebagai langkah antisipasi.

“Peran masyarakat sangat penting. Jika semua pihak meningkatkan kewaspadaan, maka potensi kebakaran dapat ditekan bersama,” pungkasnya. 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0