Geliat Baru di Pesisir: TPI Tanjung Batu Siap Bertransformasi Jadi Sentra Ekonomi dan Kuliner Modern

Jul 17, 2026
Geliat Baru di Pesisir: TPI Tanjung Batu Siap Bertransformasi Jadi Sentra Ekonomi dan Kuliner Modern
TPi Tanjung Batu (Ist)

KARTANEWS.COM, BERAU – Wajah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu bersiap mengalami perubahan besar. Pemerintah Kabupaten Berau kini tengah merancang ulang kawasan tersebut agar tidak sekadar menjadi tempat transaksi tradisional hasil laut, melainkan tumbuh sebagai pusat perdagangan terpadu sekaligus destinasi wisata kuliner berbasis seafood.

​Melalui Dinas Perikanan (Diskan) Berau, langkah penataan mulai berjalan nyata. Seluruh aktivitas jual beli ikan kini dipusatkan ke dalam area dalam TPI yang telah dilengkapi dengan lapak-lapak khusus yang lebih representatif.

Upaya ini dilakukan demi menciptakan kawasan yang tertib, bersih, dan mampu mendongkrak nilai tawar sektor perikanan lokal.

​Kepala Diskan Berau, Abdul Madjid, menegaskan bahwa revitalisasi dan pengembangan TPI Tanjung Batu ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru dari sektor pesisir.

​"Kami ingin TPI tidak hanya menjadi tempat pelelangan biasa, melainkan pusat ekonomi yang dinamis dan mampu menyumbang PAD secara optimal bagi daerah," ujar Abdul Madjid, Jumat (17/7/2026).

​Konsep matang yang disiapkan adalah mengawinkan aktivitas perdagangan ikan dengan sektor pariwisata kuliner. Melalui konsep ini, para pengunjung dapat berbelanja ikan segar langsung dari tangan nelayan, lalu meminta pelaku UMKM setempat—yang difasilitasi oleh pemerintah—untuk mengolahnya menjadi hidangan siap santap di lokasi yang sama.

​"Orang-orang yang datang ke sini nantinya tidak hanya untuk membeli ikan mentah bawa pulang, tetapi juga bisa langsung menikmati hidangan laut segar di tepi pantai. Efek domino ekonominya tentu akan jauh lebih besar bagi masyarakat," tambahnya.

​Sebagai langkah awal transisi, pemerintah daerah memberikan kelonggaran berupa pembebasan biaya retribusi bagi para pedagang selama tiga bulan pertama.

Masa tenggang ini digunakan oleh dinas terkait untuk mengevaluasi dan mematangkan sistem pengelolaan sebelum tarif resmi diberlakukan sesuai dengan regulasi Perda Nomor 7 Tahun 2025.

​Tak berhenti di situ, untuk mempermudah operasional di lapangan, Diskan Berau juga tengah merancang pembangunan pabrik es mandiri serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan tersebut. 

"Keberadaan dua fasilitas vital ini diharapkan mampu memangkas biaya operasional para nelayan secara signifikan," pungkasnya. 

​Dia pun optimistis, dengan ekosistem penunjang yang lengkap dan modern, TPI Tanjung Batu akan segera menjelma sebagai motor penggerak ekonomi baru yang menyejahterakan masyarakat pesisir Berau sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.(Rein/daa) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0