Krisis Bahan Baku, Berau Baru Mampu Penuhi 5% dari Total Permintaan Kakao Tahunan
KARTANEWS.COM, BERAU – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau tengah menghadapi tantangan besar dalam memenuhi minat pasar terhadap komoditas kakao daerah.
Saat ini, total permintaan pasar domestik maupun global terhadap biji kakao asal Berau telah mencapai kurang lebih 6.000 ton per tahun. Namun, angka tersebut belum mampu diimbangi oleh kapasitas produksi lokal.
Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, Mansur Tanca, mengungkapkan bahwa kapasitas produksi petani di Kabupaten Berau saat ini baru mampu menyuplai sekitar 300 ton per tahun. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pasokan lokal baru memenuhi sekitar 5 persen dari total permintaan pasar yang ada saat ini.
”Menanggapi ketimpangan ini, pemerintah daerah tengah menyusun strategi kebijakan untuk mengakselerasi percepatan pengembangan di sektor hulu,” ujar Mansur Tanca.
Langkah intervensi di sektor hulu ini dinilai krusial untuk diambil, Disbun menilai langkah-langkah tersebut bertujuan mendongkrak produktivitas lahan perkebunan warga.
Selain itu, upaya ini menjadi jawaban pemerintah daerah dalam mengatasi kekurangan pasokan bahan baku yang selama ini kerap menjadi keluhan utama para pembeli (buyer) skala besar.
Dia memberkan, tingginya minat pasar terhadap kakao Berau sebenarnya menjadi peluang emas bagi peningkatan perekonomian daerah.
Namun, tanpa adanya ekpansi lahan, peremajaan tanaman, serta peningkatan teknik budidaya di tingkat petani, ketimpangan antara hulu dan hilir ini akan terus melebar.
“Melalui strategi kebijakan yang sedang digodok, Disbun Berau berharap dapat merangsang gairah petani untuk kembali menggalakkan penanaman kakao” ungkapnya.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan pendampingan berkelanjutan agar kualitas biji kakao tetap terjaga seiring dengan target peningkatan kuantitas produksi di masa mendatang. (Rein/daa)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0