Mengenal Danau Kakaban, Surga Tersembunyi Jutaan Ubur-Ubur Tanpa Sengatan
Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi
KARTANEWS.COM, BERAU - Apakah kamu pernah membayangkan berenang di tengah ribuan ubur-ubur tanpa takut tersengat? Pengalaman langka itu ternyata bisa kamu temukan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Fenomena ini tepatnya berada di Danau Kakaban, sebuah danau purba yang berada di tengah Pulau Kakaban, Kepulauan Derawan.
Danau ini dikenal sebagai habitat jutaan ubur-ubur yang unik karena tidak memiliki sengatan berbahaya bagi manusia.
Berbeda dengan ubur-ubur pada umumnya yang dikenal memiliki sengatan cukup menyakitkan, ubur-ubur yang ada di Danau Kakaban justru berenang bebas di sekitar wisatawan tanpa menimbulkan rasa perih di kulit.
Kondisi inilah yang membuat danau tersebut menjadi salah satu destinasi wisata alam yang paling menarik di Berau.
Danau Kakaban terbentuk dari proses alam yang berlangsung sangat lama. Para peneliti memperkirakan danau ini terbentuk sekitar 11.000 hingga 19.000 tahun lalu ketika air laut terjebak di dalam cekungan pulau akibat pengangkatan terumbu karang.
Seiring waktu berjalan, cekungan berubah menjadi danau air payau yang terisolasi dari laut lepas.
Kondisi terisolasi itulah yang kemudian membentuk ekosistem unik di dalam danau, tanpa kehadiran predator alami, seperti penyu atau ikan laut tertentu dan ubur-ubur yang hidup di danau ini tidak lagi membutuhkan mekanisme pertahanan diri yang kuat.
Dalam proses evolusi yang berlangsung selama ribuan tahun, sel penyengat atau nematosit yang dimiliki ubur-ubur perlahan mengalami reduksi dan akibatnya, sengatan mereka tidak lagi terasa berbahaya bagi manusia.
Fenomena ini juga menjadikan Danau Kakaban sebagai salah satu lokasi langka di dunia yang memungkinkan manusia berenang bersama ubur-ubur tanpa risiko sengatan.
Selain di Kakaban, fenomena serupa hanya ditemukan di beberapa tempat di dunia, salah satunya di Palau, Mikronesia.
Menariknya, danau ini tidak hanya dihuni satu jenis ubur-ubur tetapi setidaknya terdapat empat spesies ubur-ubur yang hidup di dalam Danau Kakaban dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Pertama adalah ubur-ubur terbalik atau Cassiopea ornata, spesies ini sering ditemukan berada di dasar danau dengan posisi tubuh terbalik, di mana tentakelnya menghadap ke atas untuk menangkap sinar matahari yang dibutuhkan oleh alga simbiotik di dalam tubuhnya untuk berfotosintesis.
Selain itu terdapat ubur-ubur bulan atau Aurelia aurita yang memiliki tubuh transparan dengan pola menyerupai daun semanggi pada bagian tudungnya, spesies ini dikenal dengan gerakannya yang lembut dan mudah dikenali oleh wisatawan.
Spesies lain yang cukup banyak terlihat adalah ubur-ubur totol atau Mastigias papua yang memiliki ciri bintik-bintik putih pada tubuhnya dan sering terlihat berenang di permukaan danau dalam jumlah yang besar.
Sementara itu terdapat pula ubur-ubur kotak kecil atau Tripedalia cystophora yang ukurannya sangat mungil sehingga sering kali tidak terlihat dengan jelas di dalam air.
Meski terlihat aman, ekosistem Danau Kakaban tergolong sangat rapuh sehingga tubuh ubur-ubur yang sebagian besar terdiri dari air membuat mereka sangat mudah rusak apabila terkena benturan atau perlakuan yang tidak tepat.
Karena itu wisatawan yang berenang di danau ini diwajibkan mengikuti sejumlah aturan. Salah satunya adalah larangan menggunakan fin atau kaki katak karena gerakan tersebut dapat melukai tubuh ubur-ubur.
Pengunjung juga tidak diperbolehkan mengangkat ubur-ubur keluar dari air, serta penggunaan tabir surya secara berlebihan juga tidak dianjurkan karena kandungan kimia di dalamnya dapat mencemari air danau yang tidak memiliki sirkulasi langsung dengan laut.
Untuk mencapai Pulau Kakaban, wisatawan dari luar Berau umumnya memulai perjalanan dari Bandara Kalimarau, lalu perjalanan dilanjutkan menuju Tanjung Batu sebelum menyeberang menggunakan speedboat menuju Kepulauan Derawan dan Pulau Kakaban.
Keunikan Danau Kakaban menjadikannya tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai salah satu laboratorium alam yang penting bagi penelitian mengenai evolusi dan adaptasi makhluk hidup di lingkungan yang terisolasi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0