BKKBN Kaltim Dorong Peran Keluarga Jadi Pilar Utama dalam Cegah Stunting

Jun 6, 2026
BKKBN Kaltim Dorong Peran Keluarga Jadi Pilar Utama dalam Cegah Stunting
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto (Pemprov Kaltim)

KARTANEWS.COM, KALTIM – ​Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan sangat bergantung pada kekuatan ketahanan keluarga itu sendiri. Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah forum diskusi mengenai ketahanan keluarga pada Jumat (5/6/2026).

​"Mencetak generasi berkualitas memerlukan proses panjang yang berkesinambungan. Langkah ini harus diawali dengan memantapkan ketahanan dan kualitas keluarga, yang kemudian disokong oleh program penanggulangan kemiskinan," jelas Sunarto.

​Salah satu pilar utama yang diandalkan pemerintah adalah Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Lewat program ini, masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih diajak untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang berisiko atau sudah mengalami stunting. Sunarto menyebut partisipasi ini sebagai bentuk investasi sosial sekaligus investasi akhirat.

​Keberhasilan Program Genting terlihat pada tahun 2025, di mana realisasinya mampu menembus angka 1,4 juta penerima manfaat, melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 1 juta sasaran. Pada tahun 2026 ini, BKKBN kembali membidik satu juta sasaran dengan formula intervensi yang lebih tajam.

​Tahun ini, fokus penanganan stunting mengalami pergeseran taktis. BKKBN tidak lagi hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi, melainkan menyasar akar masalah lingkungan seperti infeksi berulang yang dipicu oleh hunian tidak sehat. 

"Oleh karena itu, prioritas program kini dialihkan pada renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan sanitasi, jamban sehat, serta akses air bersih, sebelum masuk ke intervensi gizi," Ungkapnya. 

​Guna memastikan keberlanjutan program, BKKBN juga memperkuat edukasi serta program Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kemandirian ekonomi keluarga agar pemenuhan gizi anak dapat terjaga secara mandiri dan berkelanjutan. (REIN/daa) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0