Efek Akses Jembatan Baru, Wisatawan Ke Biduk-Biduk Mebludak di Hari Libur Idul Fitri
Penulis: Rein | Editor: Dewi
KARTANEWS.COM, BERAU - Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Syamsiah, mengakui tidak menyangka pengunjung Destinasi Wisata di Berau, jauh membludak saat liburan Hari Raya Idul Fitri 2026, khususnya di wilayah Biduk-Biduk.
Ia mengatakan fenomena ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan Pariwisata Bumi Batiwakkal, menyusul terbukanya beberapa akses menuju tempat tersebut, seperti Jembatan Nibung perbatasan Berau - Kutai Timur, serta jembatan Kampung Teluk Sumbang.
"Kami sebenarnya memprediksi bakal ramai, namun tidak seramai ini," ucapnya kepada Kartanews.
Dari keterangan pihaknya yang berada di lapangan, para pengunjung tidak hanya didominasi wisatawan lokal Berau. Namun dari luar Berau, seperti Kutim, Bontang, bahkan wisatawan internasional juga tampak memadati tempat tersebut.
Ia mengatakan dari 78 Resort, penginapan umum, serta puluhan tenda yang disediakan oleh pihak pengelola, ludes dipenuhi oleh wisatawan.
"78 Resort lalu tenda kurang lebih 13 itu semua penuh," jelasnya.
Menepis isu terkait pengunjung yang tidak terfasilitasi dengan baik karena tidak memperoleh penginapan, ia mengatakan bahwa saat ini pun banyak warga menjadikan rumahnya sebagai Homestay. Hal Ini bertujuan, apabila pengunjung ingin berwisata dan menggunakan rumah warga sebagai tempat menginap.
Selain itu, pihaknya sudah mengkordinasikan dengan seluruh jajaran tekait untuk mengarahkan pengunjung apabila tidak memperoleh penginapan di resort, maka rumah warga dapat menjadi solusi alternatif.
"Tinggal hubungi dimana ada lagi ke warga di situ, kalau penuh ada rumah warga sekarang dijadikan homestay. Sebenarnya isu tidak terfisilitasi dimedia sosial itu tidak benar," tegasnya.
Terlebih lagi, tidak semua yang berkunujung ke Biduk-biduk ingin berliburan secara terencana, sebab banyak yang ingin mengunjungi tempat tersebut namun hanya dengan waktu singkat.
Akan tetapi, karena perjalanan yang cukup panjang sehingga pengunjung diharuskan menginap.
"Banyak yang datang ke sana itu backpackeran aja, ada juga yang baru pertama kali dan niatnya cuma liburan dalam waktu singkat, tapi kerena waktu perjalanannya panjang mau gak mau mereka menginap, padahal butuh persiapan," pungkasnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0