Demi Kota Tua Teluk Bayur, Disbudbar Berau Bakal Surati Kedubes Belanda

May 10, 2026
Demi Kota Tua Teluk Bayur, Disbudbar Berau Bakal Surati Kedubes Belanda
Museum Batabara Teluk Bayur (Rein/Kartanews)

KARTANEWS.COM, BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau berencana menyurati Kedutaan Besar Belanda untuk melengkapi arsip sejarah peninggalan era kolonial di Kota Tua Teluk Bayur. 

Langkah ini diambil guna memperkuat nilai edukasi dan autentisitas kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Timur.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa menyatakan bahwa upaya melengkapi arsip ini sangat krusial bagi pengembangan wisata sejarah di Bumi Batiwakkal.

"Kami berencana bersurat ke Kedutaan Besar Belanda. Kami ingin meminjam atau mendapatkan salinan dokumen serta arsip asli terkait sejarah Steinkollen (perusahaan tambang batu bara Belanda) di Teluk Bayur," ujarnya saat meninjau fasilitas di kawasan Kota Tua, Jumat (8/5/2026).

Yudha meyakini Belanda memiliki dokumentasi yang sangat detail, mulai dari foto-foto lama, daftar pejabat yang pernah bertugas, hingga peta asli pemukiman Teluk Bayur pada era kolonial.

Menurutnya, kehadiran Belanda di Teluk Bayur memiliki sisi sejarah yang unik karena didasari oleh kesepakatan resmi dengan Kesultanan Gunung Tabur.

"Kita ingin ceritanya lengkap, bagaimana awal mulanya mereka datang, hingga kerja sama dengan kesultanan yang memiliki bukti kesepakatan atau MoU. Jadi, kehadiran mereka bukan sekadar datang begitu saja," jelasnya.

"Jika arsip ini berhasil kita dapatkan, edukasi sejarah di sini akan semakin kuat dan akurat," tambahnya.

Selain kearsipan, Disbudpar juga fokus pada pengembalian fungsi bangunan bersejarah.
Beberapa titik utama, seperti Gedung Kamar Bola (Museum Batu Bara), Museum Siraja, Lapangan Steinkollen, serta sejumlah bangunan tua lainnya.

​Pihaknya menegaskan bahwa progres pengembangan kawasan Kota Tua Teluk Bayur ini akan dipantau dan diperbarui secara berkala setiap bulannya sepanjang tahun 2026.

"Kami berupaya menuntaskan program ini agar 'ruh' dari destinasi wisata Kota Tua benar-benar terasa. Ini adalah sejarah nyata yang harus kita lestarikan untuk generasi mendatang," pungkasnya. (REIN/daa)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0