Kaltim Proyeksikan Kawasan Batu Purba Tanjung Sinondok Berau Jadi Laboratorium Alam

Jun 11, 2026
Kaltim Proyeksikan Kawasan Batu Purba Tanjung Sinondok Berau Jadi Laboratorium Alam
Tanjung Sinondok (Poto : Gunawan)

KARTANEWS.COM,BERAU – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen penuh untuk menjaga kelestarian ekosistem alam dengan melindungi kompleks batuan purba di Geosite Tanjung Sinondok, Kabupaten Berau secara berkelanjutan.

​Plt Kepala Dishut Kaltim, Rusmadi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengamankan aset alam yang memiliki rekam jejak sejarah tinggi.

​"Upaya pelestarian warisan geologi Tanjung Sinondok ini menjadi langkah mutlak pemerintah untuk melindungi kekayaan alam yang bernilai sejarah tinggi," ujar Rusmadi, Kamis (11/06). 

​Secara administratif, kawasan eksotis ini terletak di Kampung Teluk Sumbang dan masuk dalam wilayah kerja UPTD KPHP Berau Pantai Dishut Kaltim. Sejak tahun 2024, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah resmi menetapkan kawasan ini sebagai Warisan Geologi Nasional.

​Ketetapan hukum tersebut disahkan melalui Keputusan Menteri ESDM Republik Indonesia Nomor 187.K/GL.1/MEM.G/2024 tentang Penetapan Warisan Geologi.

​Rusmadi menjelaskan, Geosite Tanjung Sinondok menyimpan kompleks batuan pra-tersier yang sangat langka dan memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi bagi ilmu kebumian.

Di sepanjang kawasan pesisir itu, tersebar berbagai komponen geologi unggulan seperti batuan breksi, batu gamping klastik, batuan basalt, hingga batuan gabro.

​Penemuan berbagai komponen batuan purba tersebut sekaligus menjadi bukti nyata secara empiris bahwa daratan Kalimantan pada masa lampau merupakan dasar Samudra, tambahnya.

​Melihat potensi besar tersebut, pemerintah daerah kini memproyeksikan kawasan konservasi ini sebagai laboratorium alam.

Kedepan, perencanaan tata ruang akan difokuskan pada optimalisasi potensi pendidikan, penelitian kebumian, serta pengembangan konsep geowisata terpadu.

​Selain keunggulan di sektor geologi, Tanjung Sinondok juga menawarkan daya tarik ekologis yang memukau. Kawasan ini menyajikan perpaduan bentang alam yang unik, mempertemukan keasrian hutan primer yang dijaga ketat oleh masyarakat dengan keanekaragaman biota bawah laut yang masih sangat terjaga.

“​Para peneliti juga menaruh minat besar pada fenomena alam langka yang ditemukan di lokasi tersebut, yaitu munculnya titik-titik mata air tawar langsung dari pori-pori bebatuan di bawah laut,” tuturnya. 

​Kondisi alam yang murni ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat lokal, khususnya suku Basap Teluk Sumbang. Hingga saat ini, mereka tetap hidup berdampingan secara harmonis dengan lingkungan sekitar melalui aktivitas penangkapan ikan secara tradisional. (Rdk)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0