Populasi Terancam Punah, Dispar Berau Ajak Wisatawan 'Adopsi' Habitat Anggrek Tubaan

May 15, 2026
Populasi Terancam Punah, Dispar Berau Ajak Wisatawan 'Adopsi' Habitat Anggrek Tubaan

KARTANEWS.COM, BERAU - Hutan Kampung Tubaan di Kabupaten Berau, diketahui menyimpan berbagai macam anggrek endemik yang dapat dikatakan langka. Pasalnya, untuk menemukan tumbuhan tersebut saat ini cukup sulit dilakukan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Berau, Samsiah Nawir menyampaikan bahwa keberadaan tumbuhan yang indah itu sempat dieskpolitasi besar-besaran oleh masyarakat, lantaran tingginya permintaan pasar beberapa tahun lalu. 

Alhasil, saat ini populasinya cukup berkurang dan membutuhkan upaya pengembalian, agar dapat tetap lestari.

“Saat pandemi kemarin, tren jual bunga sedang tinggi. Hutan Tubaan dirambah, anggreknya diambil dan dikeluarkan dari hutan untuk dijual. Padahal itu sangat mahal dan langka,” ujar Samsiah dalam keterangannya Kamis (14/5/2026).

Dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mengajak masyarakat untuk kembali melestarikan tumbuhan tersebut dengan mengusung program wisata menanam kembali. Hal ini bertujuan agar anggrek-anggrek yang dulunya dijarah,  bisa tumbuh kembali pada habitatnya.

Cara ini meliputi beberapa hal, yakni apabila wisatawan berkunjung ke Tubaan, maka ada program edukasi dan proteksi yang bertujuan mengenalkan berbagai jenis anggrek serta memberi pemahaman akan pentingnya menjaga hutan.

Selain itu, walaupun wisatawan berkunjung ke hutan Tubaan untuk healing mencari ketenangan dan kesejukan alam, kedatangan mereka juga dapat bedampak karena berkontribusi untuk menjaga populasi anggrek dengan ikut menanam.

Apalagi ditambah peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan NGO yang memiliki peran penting dalam mengembangkan destinasi Hutan Tubaan, maka hal ini dinilai bisa mempercepat pemulihan habitat anggrek tersebut.

“Kami bekerja sama dengan teman-teman pecinta pariwisata dan NGO, seperti WWF untuk pendampingan SDM. Target kita adalah konsep edukasi, konservasi, dan perlindungan hutan yang mandiri," pungkasnya. (REIN/daa) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0