Kasus Campak Tembus 10 Ribu, Kemenkes Imbau Waspada Jelang Mudik Lebaran

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 13, 2026 - 14:46
Mar 13, 2026 - 15:25
 0  3
Kasus Campak Tembus 10 Ribu, Kemenkes Imbau Waspada Jelang Mudik Lebaran
Penyakit Campak (Kemenkes RI)

KARTANEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran. 

Tingginya mobilitas masyarakat serta potensi kerumunan selama masa libur dinilai dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hingga minggu ke-8 tahun 2026 terdapat 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi serta enam kematian. 

Selain itu, tercatat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa tren kasus campak sempat mengalami peningkatan pada awal tahun, namun mulai menunjukkan penurunan pada Februari.

“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujarnya dalam situs resmi Kementerian Kesehatan.

Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah, terutama menjelang libur panjang Idulfitri yang identik dengan peningkatan aktivitas perjalanan dan pertemuan keluarga.

“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” katanya.

Sebagai langkah pengendalian, Kementerian Kesehatan mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta program Catch Up Campaign atau imunisasi kejar campak-rubella (MR) di wilayah yang terdampak maupun berisiko tinggi. 

Program dijadwalkan berlangsung selama Maret 2026 di 102 kabupaten/kota dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan.

Pelaksanaan imunisasi dilakukan melalui berbagai fasilitas layanan kesehatan dan titik pelayanan masyarakat, seperti puskesmas, posyandu, satuan pendidikan usia dini seperti PAUD dan taman kanak-kanak, tempat ibadah, hingga pos pelayanan di jalur mudik.

Andi juga mengajak para orang tua untuk memastikan anak mereka telah mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan.

“Kami mengajak para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,” ujarnya.

Selain memperkuat cakupan imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 

Langkah pencegahan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan dinilai penting untuk menekan risiko penularan.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri jika anak menunjukkan gejala campak.

“Apabila anak mengalami gejala campak atau sedang sakit, sebaiknya tidak bepergian terlebih dahulu dan segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Mengurangi kontak dengan orang lain juga penting untuk mencegah penularan lebih luas,” kata Andi.

Pemerintah menegaskan pengendalian penyakit campak membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat. 

Cakupan imunisasi minimal 95 persen dinilai penting untuk membentuk kekebalan kelompok sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit secara lebih luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0