Imunisasi Campak di Kaltim Belum Capai Target, Dinkes Ingatkan Risiko Penularan
Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi
KARTANEWS.COM, SAMARINDA - Cakupan imunisasi campak di Kalimantan Timur hingga kini masih berada di bawah target nasional, yakni sekitar 65 persen dari target 95 persen.
Dinas Kesehatan Pemprov Kaltim menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit, khususnya pada anak-anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fit Nawati, menjelaskan bahwa campak merupakan infeksi virus mudah menular yang umumnya diawali dengan demam, disertai batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam pada kulit.
“Biasanya diawali demam, kemudian diikuti batuk, pilek, mata merah, dan muncul bercak merah pada kulit,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Ia mengungkapkan bahwa masih ada sebagian anak yang belum mendapatkan imunisasi, sehingga perlindungan terhadap penyakit tersebut belum merata.
“Masih ada sekitar sepertiga anak yang belum terjangkau imunisasi, ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.
Menurutnya, bayi dan balita yang tidak diimunisasi menjadi kelompok paling rentan tertular, sehingga orang dewasa juga dapat berperan sebagai pembawa virus, terutama jika kondisi kesehatannya kurang baik.
Dinkes Kaltim mengajak orang tua untuk lebih aktif memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan serta melakukan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga dinilai penting untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini imunisasi campak diberikan dalam tiga tahap, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak memasuki kelas 1 sekolah dasar.
Data Dinkes menunjukkan cakupan imunisasi pada bayi usia 9 bulan baru mencapai sekitar 62 persen dan pada usia 18 bulan sekitar 60 persen.
Sementara itu, pada anak kelas 1 SD, cakupannya sudah lebih tinggi, yakni sekitar 92 persen karena pelaksanaan imunisasi dilakukan melalui lingkungan sekolah.
“Melalui sekolah, edukasi kepada orang tua dan guru bisa berjalan lebih efektif sehingga cakupan imunisasi anak menjadi lebih tinggi,” tutupnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0