SAPMA Pemuda Pancasila Berau Gelar Ramadhan Running Race 2026

Penulis: Sigit | Editor: Dewi

Mar 14, 2026 - 18:26
 0  2
SAPMA Pemuda Pancasila Berau Gelar Ramadhan Running Race 2026

KARTANEWS.COM, BERAU - Beberapa waktu terakhir, lari sepertinya sedang naik kelas di kalangan anak muda Berau. Dulu mungkin olahraga ini identik dengan kegiatan sendiri, keliling lapangan, pasang earphone, selesai. Sekarang ceritanya sedikit berbeda. Lari mulai berubah menjadi semacam gaya hidup. Bukan hanya soal olahraga, tapi juga soal kumpul dan berbagi energi.

Hampir setiap bulan, selalu ada saja agenda lari yang muncul di Bumi Batiwakkal. Dari yang sekadar fun run, sampai lomba yang benar-benar menguji napas. Fenomena ini menunjukkan generasi muda Berau mulai menemukan cara sehat untuk menyalurkan energinya.

Melihat geliat itu, Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Berau merasa sayang jika momentum ini dibiarkan lewat begitu saja. Maka lahirlah Ramadan Running Race 2026, sebuah ajang lari yang digelar selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Maret 2026, di Jalan Ramania, Tanjung Redeb.

Bagi yang kebetulan melintas di kawasan itu selama empat malam berturut-turut, suasananya mungkin terasa sedikit berbeda dari biasanya. Jalan Ramania yang biasanya sekadar jadi jalur lalu lintas, mendadak berubah menjadi arena adu cepat. Lampu jalan, sorak penonton, dan derap langkah para pelari berpadu menjadi satu suasana yang cukup meriah.

Setiap malam, lokasi itu dipenuhi peserta dan warga yang ingin menonton. Ada yang datang untuk berlomba, ada pula yang sekadar berdiri di pinggir jalan sambil memberi semangat.

Di malam pembukaan hujan sempat turun membasahi lintasan. Tapi bukannya bubar, para pemuda justru tetap bertahan. Sebagian meneduh sambil bercanda, sebagian lagi tetap menunggu giliran lomba dengan sabar.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Berau, Desy Fitriansyah, mengatakan kegiatan ini sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah digelar.

“Tahun lalu kami juga buat dan euforianya tetap sama bahkan semakin terasa sekarang ini,” ujarnya.

Dalam lomba ini, para peserta ditantang menunjukkan kemampuan terbaiknya di lintasan 100 meter. Jaraknya memang pendek, tapi cukup untuk membuat detak jantung naik beberapa tingkat. Kategori lomba dibagi untuk putra dan putri, sehingga semua punya kesempatan untuk ikut merasakan sensasi garis start dan garis finis.

Namun bagi Desy, lomba ini bukan sekadar soal siapa yang paling cepat. Hadiah memang ada, tapi itu bukan inti dari semuanya.

“Bukan hanya soal nominal hadiah, tapi lebih kepada kebersamaan dan semangat olahraga di kalangan anak muda,” jelasnya.

Karena pada akhirnya, Ramadan Running Race bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, acara ini menjadi ruang bagi anak-anak muda Berau untuk berkumpul, berbagi energi positif, dan membuktikan bahwa Ramadan tidak menyurutkan semangat untuk menyehatkan badan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0