Pasar Murah Tekan Harga, Warga Berau Ramai Serbu Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran
Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi
KARTANEWS.COM, BERAU – Intervensi harga pangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau melalui gerakan pasar murah mulai menunjukkan dampak langsung di tengah masyarakat, sejumlah komoditas strategis dijual di bawah harga pasaran sehingga disambut antusias warga yang sejak pagi memadati lokasi kegiatan di lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb.
Dalam program tersebut, pemerintah menyediakan beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60 ribu dan beras Labanan 5 kilogram Rp80 ribu, daging sapi dijual Rp132 ribu per kilogram.
Sementara itu, telur lokal Rp58 ribu per piring, Minyak Kita Rp15.700 per liter, serta gula putih Rp20 ribu per kilogram, harga tersebut berada di bawah harga pasar sehingga memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan biaya lebih ringan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa intervensi ini merupakan langkah konkret untuk menekan gejolak harga menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok
“Kita hadir untuk memastikan harga tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani, terutama menjelang hari besar keagamaan di mana kebutuhan meningkat,” ujarnya saat menyampaikan sambutannya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran pasar murah bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat
“Ini adalah upaya konkret kita agar inflasi tetap terkendali, khususnya kelompok prasejahtera agar tidak terbebani dengan lonjakan harga kebutuhan pokok,” tambahnya.
Selain komoditas pangan, pemerintah daerah juga menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram subsidi dengan menyediakan kurang lebih 1000 tabung guna menjaga ketersediaan energi rumah tangga dan pelaku usaha kecil dengan memastikan distribusi tepat sasaran.
Program intervensi ini turut diperkuat dengan penyaluran bantuan pangan kepada 12.212 KK sebagai upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus mengurangi tekanan ekonomi pada kelompok rentan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan, salah seorang warga mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut karena harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan di pasaran.
“Senangnya kami, alhamdulillah harganya lebih murah dari biasanya, apalagi beras sama minyak kebutuhan dasar ibu-ibu didapur, jadi ini cukup membantu saya untuk kebutuhan sehari-hari apalagi mau lebaran kan,” katanya.
Melalui upaya ini, strategi pengendalian inflasi daerah menitikberatkan pada keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan, sehingga masyarakat dapat menyambut lebaran dengan kondisi ekonomi yang lebih aman dan terkendali.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0