Andi Amran Tegaskan Harga Pangan Tidak Boleh Melampaui Ketentuan HET Jelang Ramadan
KARTANEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memperkuat pengawasan harga pangan serta menggencarkan intervensi pasar guna menjaga stabilitas inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah tersebut memastikan jangkauan harga bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pelaku pangan, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Upaya ini merupakan koordinasi lintas kementerian, lembaga, asosiasi pelaku usaha, dan aparat penegak hukum untuk menjaga kestabilan harga komoditas pangan pokok strategis yang kerap mengalami tekanan pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga harga pangan agar tetap sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan yang telah ditetapkan.
“Pemerintah fokus memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau. Dengan ketersediaan stok yang memadai, tidak ada alasan harga pangan melonjak, khususnya menjelang Ramadan,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Selain pengawasan harga di sepanjang rantai pasok, pemerintah juga melanjutkan berbagai program intervensi pasar, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program tersebut dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat, sekaligus membantu pelaku usaha kecil tetap beroperasi dalam kondisi harga yang wajar.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi pangan pada periode Ramadan dan Idulfitri dalam beberapa tahun terakhir masih berada dalam batas yang terkendali. Inflasi pangan bulanan selama lima tahun terakhir tercatat tetap berada di bawah ambang kewajaran, meski sempat mengalami fluktuasi pada tahun-tahun tertentu.
Pada akhir 2025, inflasi pangan tercatat sebesar 2,74 persen. Pemerintah menilai angka tersebut masih dapat ditekan melalui kombinasi penguatan pengawasan harga dan percepatan program stabilisasi pasokan.
Andi Amran menjelaskan bahwa ketersediaan stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Stok beras nasional, misalnya, tercatat mencapai 3,3 juta ton, tertinggi sepanjang akhir tahun.
Komoditas lain seperti minyak goreng, telur, bawang merah, dan daging ayam juga dinilai mencukupi hingga Idulfitri.
“Dengan stok yang kuat, stabilitas harga menjadi kunci. Pemerintah ingin memastikan keseimbangan, agar produsen dan pelaku usaha tetap berusaha dengan baik, sementara masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau,” jelasnya.
Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha pangan dan UMKM, untuk berperan aktif menjaga stabilitas harga sesuai ketentuan yang berlaku untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga inflasi tetap terkendali selama Ramadan dan Idulfitri. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0