Presiden Prabowo Apresiasi Petani dan Mentan Amran, Indonesia Capai Swasembada Pangan Terbaik Sepanjang Sejarah
KARTANEWS.COM, KARAWANG – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh petani Indonesia serta Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional dalam waktu satu tahun. Capaian tersebut dinilai sebagai yang tercepat dalam sejarah Indonesia dan melampaui target awal pemerintah.
Penghargaan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya Nasional sekaligus Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Di hadapan ribuan petani dan jajaran pemerintah, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dan keberpihakan nyata negara kepada sektor pertanian.
“Izinkan saya mengikuti naluri dan kebiasaan saya sejak muda, menyampaikan hormat kepada saudara-saudara semua yang telah berjuang dan mengabdi, sehingga bangsa ini mampu mencapai swasembada pangan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Sabtu (10/1/2025).
Presiden mengungkapkan bahwa saat dilantik, pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam empat tahun. Namun, soliditas kerja antara pemerintah pusat, kementerian teknis, dan petani di lapangan mampu mempercepat pencapaian tersebut.
“Saya menargetkan swasembada empat tahun, tetapi dalam satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri dan tidak lagi bergantung pada bangsa lain. Ini adalah bukti kerja keras, persatuan, dan keberanian mengambil keputusan,” ungkapnya.
Presiden Prabowo menekankan bahwa petani merupakan pilar utama ketahanan dan kedaulatan bangsa. Ia mengingatkan peran historis petani sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.
“Tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika pangannya bergantung pada negara lain. Sejak dulu, petani selalu hadir menjaga bangsa ini,” tuturnya.
Keberhasilan swasembada pangan nasional diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) November 2025 yang memproyeksikan produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi domestik.
Capaian ini juga sejalan dengan laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang menempatkan Indonesia pupuksebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN.
Pemerintah menilai capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis yang berpihak kepada petani, antara lain penyederhanaan regulasi , penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, modernisasi alat dan mesin pertanian, pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi, hingga kebijakan penyerapan gabah langsung oleh Perum BULOG dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk seluruh kualitas.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukanlah titik akhir, melainkan fondasi untuk memperkuat sektor pangan nasional secara berkelanjutan.
“Ini bukan akhir, ini awal. Setelah beras, kita akan dorong swasembada komoditas lain dan memperkuat sektor peternakan serta perikanan agar rakyat mendapatkan pangan dan protein yang cukup serta terjangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama seluruh petani Indonesia dengan dukungan penuh pemerintah.
“Atas nama petani Indonesia, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden. Harga gabah meningkat, pupuk tersedia dan terjangkau. Swasembada ini adalah hasil kerja kolektif petani di seluruh Indonesia,” tandasnya. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0