Stok Pangan Aman, Pemprov Kaltim Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Daging Jelang Lebaran
Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi
KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah berada dalam kondisi aman.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis di pasar.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih mengatakan hasil pemantauan harga hingga awal Maret 2026 menunjukkan sebagian besar bahan pokok masih berada pada level yang relatif terkendali.
“Secara umum kondisi terkendali. Namun, perhatian khusus diberikan pada komoditas yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau harga acuan pemerintah,” ujarnya, dikutip dari Antara, Senin (9/3/2026).
Berdasarkan hasil monitoring pasar pada 5 Maret 2026, harga beras medium di Kaltim tercatat sekitar Rp15.459 per kilogram, sedangkan beras premium berada di kisaran Rp16.623 per kilogram.
Sementara itu, gula pasir diperdagangkan pada kisaran Rp18.842 per kilogram. Untuk minyak goreng curah, harga rata-rata masih bertahan di sekitar Rp17.714 per liter.
Cabai rawit merah tercatat menjadi komoditas dengan lonjakan harga paling signifikan, mencapai Rp74.625 per kilogram dan cabai merah keriting berada di kisaran Rp46.625 per kilogram dan bawang merah sekitar Rp44.983 per kilogram.
Komoditas protein hewani juga masih berada pada level tinggi dengan harga daging sapi rata-rata mencapai Rp158.565 per kilogram di sejumlah pasar tradisional.
Berbeda dengan komoditas lainnya, harga daging ayam ras justru menunjukkan sedikit penurunan.
Kondisi ini dinilai dapat membantu menyeimbangkan pengeluaran rumah tangga masyarakat menjelang meningkatnya konsumsi pada masa Ramadan dan Lebaran.
Menurut Heni, perbedaan harga antarwilayah di Kalimantan Timur masih menjadi persoalan yang perlu diatasi secara bertahap.
Faktor geografis, biaya distribusi, serta keterbatasan infrastruktur logistik membuat harga komoditas tertentu berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Selain itu, ketergantungan pasokan dari luar daerah juga turut memengaruhi stabilitas harga di pasar lokal. Sejumlah komoditas seperti cabai dan daging sapi masih banyak didatangkan dari provinsi lain, termasuk Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang puncak permintaan Lebaran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memperkuat pengawasan pasar dan distribusi barang.
Langkah yang dilakukan antara lain pemantauan harga secara rutin, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, hingga pelaksanaan operasi pasar murah guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat
“Stabilitas harga pangan sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Karena itu pemerintah terus berupaya memastikan distribusi lancar dan stok tersedia hingga ke daerah-daerah,” pungkas Heni.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0