BPS: Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen, Tembus 16,11 Juta Ton

Jan 8, 2026 - 19:32
Jan 9, 2026 - 16:40
 0  6
BPS: Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen, Tembus 16,11 Juta Ton
(Istimewa)

KARTANEWS.COM, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka tersebut meningkat 6,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyatakan, kenaikan tersebut menunjukkan kinerja produksi jagung nasional yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kumulatif, produksi jagung pada 2025 bertambah hampir satu juta ton.

“Produksi jagung nasional sepanjang Januari hingga Desember 2025 meningkat sekitar 0,97 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ujar Pudji dikutip pada laman resmi Kementerian Pertanian, Kamis (8/1/2026).

BPS juga mencatat produksi jagung pada November 2025 berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada bulan tersebut, produksi jagung diperkirakan mencapai 1,03 juta ton, sedangkan pada November 2024 tercatat sebesar 0,98 juta ton.

“Capaian produksi pada November 2025 lebih tinggi dibandingkan November tahun sebelumnya, yang menunjukkan tren produksi jagung yang relatif positif,” kata Pudji.

Untuk periode ke depan, BPS memproyeksikan produksi jagung nasional masih berada pada kondisi yang cukup stabil. Potensi produksi pada akhir 2025 hingga awal 2026 diperkirakan mengalami peningkatan.

“Potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan sebesar 4,22 juta ton atau meningkat 0,03 juta ton atau 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

Dari sisi luas panen, hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) menunjukkan luas panen jagung pipilan pada November 2025 mencapai 0,16 juta hektare, meningkat dibandingkan November 2024 yang seluas 0,14 juta hektare. Sementara itu, potensi luas panen pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,70 juta hektare.

Meski demikian, potensi luas panen jagung pipilan pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026 tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Secara kumulatif, potensi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan seluas 2,72 juta hektare atau meningkat 0,17 juta hektare atau 6,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Pudji.

Ia menambahkan, angka potensi luas panen tersebut telah mencakup tanaman jagung yang dipanen tidak untuk dipipil, seperti jagung muda maupun jagung untuk hijauan pakan ternak.

“Angka potensi ini masih dapat berubah bergantung pada kondisi pertanaman di lapangan, antara lain serangan hama, banjir, kekeringan, waktu panen oleh petani, serta faktor teknis lainnya,” pungkasnya. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0