Udah Musim Durian? Ayo Kenali Ragam Varietas Unggulan Beserta Karakter Rasanya

Jan 20, 2026 - 16:25
Jan 20, 2026 - 16:38
 0  6
Udah Musim Durian? Ayo Kenali Ragam Varietas Unggulan Beserta Karakter Rasanya

KARTANEWS.COM, INDONESIA - Durian dikenal luas sebagai “King of Fruit” di kawasan Asia Tenggara. Buah tropis bercita rasa dan aroma kuat ini selalu dinantikan kehadirannya setiap musim panen tiba. Meski demikian, bagi sebagian masyarakat terutama penikmat pemula memilih durian yang sesuai selera kerap menjadi tantangan, mengingat setiap varietas memiliki karakter rasa, tekstur, dan aroma yang berbeda.

Selain sebagai buah konsumsi, durian juga memiliki nilai strategis dalam sektor hortikultura nasional. Komoditas ini menjadi sumber pendapatan musiman bagi petani di berbagai daerah, sekaligus berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi lokal ketika puncak panen berlangsung. 

Di sejumlah wilayah sentra durian, musim panen kerap dimanfaatkan sebagai momentum perdagangan langsung dari petani ke konsumen, sehingga kualitas buah lebih terjaga dan rantai distribusi dapat dipersingkat.

Pola Musim Durian di Indonesia

Secara umum, durian di Indonesia berbuah dua kali dalam setahun. Namun, waktu panen sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim, terutama curah hujan. Puncak utama musim durian biasanya terjadi pada periode November hingga Februari. Sementara itu, di beberapa wilayah seperti Sumatera dan Jawa, terdapat musim panen tambahan atau musim gadu yang berlangsung sekitar Juni hingga Agustus.

Secara agronomis, kualitas dan karakter rasa durian juga ditentukan oleh faktor lingkungan, antara lain jenis tanah, intensitas hujan, usia pohon, serta ketinggian lokasi tanam. Faktor-faktor tersebut menyebabkan durian dari varietas yang sama dapat memiliki perbedaan cita rasa antarwilayah. Kondisi ini pula yang menjadikan durian lokal dari daerah tertentu memiliki penggemar tersendiri.

Ragam Varietas Durian dan Karakter Rasanya

Berbagai varietas durian unggulan kini banyak beredar di pasar lokal hingga internasional, masing-masing dengan keunikan rasa dan tekstur.

Durian Musang King atau Mao Shan Wang yang berasal dari Malaysia dikenal sebagai varietas premium. Daging buahnya berwarna kuning pekat menyerupai kunyit, dengan tekstur sangat lembut dan minim serat. Cita rasanya merupakan perpaduan manis kuat dengan sentuhan pahit elegan di akhir. Ciri khas varietas ini adalah pola menyerupai bintang di bagian bawah buah.

Durian Montong, varietas asal Thailand, menjadi salah satu jenis paling populer di Indonesia. Ukuran buahnya besar dengan daging tebal berwarna kuning pucat hingga krem. Teksturnya padat dan berserat halus, sementara rasanya dominan manis dengan aroma yang relatif tidak terlalu menyengat, sehingga cocok bagi penikmat pemula.

Durian Bawor berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, dan kerap dijuluki sebagai Montong-nya Indonesia. Varietas ini memiliki daging berwarna oranye kemerahan, tebal, dengan biji cenderung kecil. Rasanya manis legit dengan sedikit sensasi pahit yang lebih terasa akibat proses fermentasi alami.

Sementara itu, durian Petruk merupakan varietas lokal dari Jepara yang dikenal dengan aroma tajam dan kuat. Daging buahnya berwarna kuning kecokelatan, bertekstur agak lembek dan berserat. Rasa manisnya cukup menonjol dan menjadi ciri khas durian tradisional nusantara.

Durian Black Thorn atau Duri Hitam dikenal sebagai pesaing Musang King di kelas premium. Dagingnya berwarna oranye terang hingga kemerahan, dengan tekstur sangat creamy menyerupai mentega. Rasa manisnya intens, gurih, dan memiliki aroma harum, sehingga harganya relatif lebih tinggi di pasaran.

Preferensi Konsumen dan Pasar

Dari sisi preferensi, durian dengan rasa manis dominan seperti Montong umumnya lebih diminati oleh penikmat pemula. Sementara itu, varietas dengan karakter pahit-manis yang kuat, seperti Musang King dan Black Thorn, cenderung digemari oleh penikmat durian berpengalaman. 

Adapun durian lokal seperti Bawor dan Petruk tetap memiliki pangsa pasar tersendiri, terutama bagi konsumen yang menyukai aroma tajam dan cita rasa khas durian Indonesia.

Dari aspek perdagangan, harga durian sangat dipengaruhi oleh musim panen, ukuran buah, serta kualitas daging. Pada puncak musim, pasokan yang melimpah cenderung menekan harga, sedangkan di luar musim, durian berkualitas tinggi dapat dipasarkan dengan nilai yang lebih mahal, khususnya untuk varietas unggulan.

Untuk memperoleh durian dengan kualitas optimal, terdapat sejumlah indikator yang dapat diperhatikan. Tangkai buah yang masih lembap dan segar menandakan durian baru jatuh dari pohon. Aroma yang kuat namun segar menunjukkan tingkat kematangan yang tepat. 

Selain itu, bunyi berat saat buah diketuk menandakan daging sudah empuk dan terlepas dari dinding kulit, sedangkan duri yang pendek dan jarang umumnya menunjukkan daging buah yang lebih tebal.

Namun, durian ternyata mengandung kalori, gula, dan kalium yang cukup tinggi. Oleh karena itu, konsumsinya disarankan secara bijak, terutama bagi penderita diabetes, hipertensi, maupun masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0