Jejak Sejarah dan Pesona Kalimantan Timur di Usia ke-69

Jan 9, 2026 - 16:17
Jan 9, 2026 - 16:46
 0  7
Jejak Sejarah dan Pesona Kalimantan Timur di Usia ke-69
Taman Kusuma Bangsa, IKN, Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/@FAUZAN/Istimewa)

KARTANEWS.COM, SAMARINDA — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperingati hari jadinya yang ke-69 pada 9 Januari 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” yang menjadi penegasan arah pembangunan daerah dalam menghadapi peran strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Jejah Sejarah dan Peradaban Tertua

Jejak sejarah Kalimantan Timur berakar kuat pada keberadaan Kerajaan Kutai Martadipura yang berdiri pada abad ke-4 Masehi. Kerajaan ini meninggalkan prasasti Yupa yang hingga kini diakui sebagai bukti tertulis tertua dalam sejarah Indonesia dan menjadi tonggak penting peradaban Nusantara.

Prasasti tersebut mencatat silsilah raja Mulawarman, putra Aswawarman, dan cucu Kudungga, serta menggambarkan kehidupan sosial, keagamaan, dan sistem pemerintahan pada masa itu. Yupa tidak hanya menjadi tonggak sejarah Kalimantan Timur, tetapi juga menandai awal tradisi literasi di Nusantara.

Selain Kutai Martadipura, wilayah Kalimantan Timur juga berkembang dengan munculnya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang kemudian bertransformasi menjadi kerajaan Islam dan memiliki peran penting dalam jalur perdagangan regional, khususnya di sepanjang Sungai Mahakam.

Memasuki abad ke-19, wilayah Kalimantan Timur berada dalam pengaruh kolonial Belanda. Pemerintah Hindia Belanda menjadikan daerah ini sebagai bagian dari wilayah administratif Borneo’s Oostkust atau Pantai Timur Kalimantan dengan kepentingan utama pada sektor perdagangan, pertambangan, dan pelayaran.

Eksplorasi sumber daya alam, khususnya minyak bumi di Balikpapan pada awal abad ke-20, menjadikan Kalimantan Timur sebagai salah satu kawasan strategis secara ekonomi. Kondisi ini turut membentuk struktur sosial dan ekonomi daerah yang hingga kini masih berpengaruh.

Pada masa pendudukan Jepang (1942–1945), Kalimantan Timur menjadi wilayah penting dalam logistik perang. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, wilayah ini mengalami dinamika politik dan perjuangan mempertahankan kedaulatan dari upaya kembalinya kekuasaan kolonial.

Lahirnya Provinsi Kalimantan Timur

Secara administratif, Kalimantan Timur resmi berdiri sebagai provinsi pada 9 Januari 1957, berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Sejak saat itu, Kalimantan Timur berkembang sebagai provinsi dengan wilayah yang luas dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Dalam perjalanannya, provinsi ini mengalami sejumlah pemekaran wilayah sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan, termasuk terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2012.

Saat ini, Kalimantan Timur terdiri atas tujuh kabupaten dan tiga kota dengan Samarinda sebagai ibu kota provinsi.

Capaian Pembangunan di Usia ke-69

Memasuki usia ke-69, Kalimantan Timur mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang 2025 sebagai modal memasuki tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Gubernur Rudi Mas’ud bersama Wakilnya Seno Aji, pemerintah provinsi menitikberatkan pembangunan pada penguatan tata kelola, ekonomi inklusif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sepanjang 2025, Kalimantan Timur meraih 16 penghargaan nasional, termasuk predikat Peringkat Pertama Indeks Kualitas Kebijakan Nasional yang mencerminkan perbaikan dalam perencanaan dan implementasi kebijakan publik.

Pada sektor ekonomi, Pemprov Kaltim mendorong hilirisasi industri pertanian serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program, salah satunya Pekan Rakyat Kaltim (PRK). Program ini menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.

Sementara itu, penguatan konektivitas wilayah juga menjadi perhatian, khususnya untuk membuka akses daerah-daerah yang selama ini relatif terisolasi, seperti Mahakam Ulu. Rencana penghubung antardaerah diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik dan memperkuat peran Kaltim sebagai daerah penyangga IKN.

Perayaan yang Dekat dengan Rakyat

Peringatan HUT ke-69 Kalimantan Timur dirangkai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas. Upacara puncak digelar di Stadion Gelora Kadrie Oening (Sempaja), Samarinda dengan menampilkan pertunjukan budaya, termasuk tarian massal kolosal yang mencerminkan kekayaan seni dan tradisi daerah.

Selain itu, Pekan Rakyat Kaltim kembali digelar sebagai ruang temu antara pelaku UMKM, industri kreatif, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi etalase potensi ekonomi daerah sekaligus wahana interaksi antara pemerintah dan warga.

Rangkaian peringatan juga diisi dengan kegiatan keagamaan sebagai wujud rasa syukur. Salah satunya adalah Tabligh Akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Januari 2026, menghadirkan penceramah nasional dan diikuti oleh masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Menatap Masa Depan Generasi Emas

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Rudi Mas’ud menegaskan bahwa fokus pembangunan Kalimantan Timur ke depan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui visi Generasi Emas, pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.

Pembangunan SDM dinilai menjadi kunci agar masyarakat Kalimantan Timur tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan aktif sebagai pelaku utama dalam pembangunan nasional, khususnya dalam konteks kehadiran Ibu Kota Nusantara.

Dengan sejarah panjang yang membentang dari masa kerajaan kuno, kolonialisme, hingga era otonomi daerah dan pembangunan IKN, Kalimantan Timur di usia ke-69 meneguhkan diri sebagai wilayah yang tidak hanya kaya akan sumber daya, tetapi juga kuat dalam nilai sejarah, budaya, dan semangat kebangsaan. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0