Jangan Biarkan Udang Galah Sungai Kelay Hanya Jadi Cerita Masa Lalu

Aug 29, 2026
Jangan Biarkan Udang Galah Sungai Kelay Hanya Jadi Cerita Masa Lalu
Dokuimentasi pribadi

KARTANEWS.COM, BERAU - Matahari perlahan tenggelam di langit Kabupaten Berau, memancarkan warna keemasan di atas permukaan air Sungai Kelay yang tenang. Di saat sebagian besar warga bersiap untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas, Hendra justru baru memulai penjelajahannya. 

Suara deru halus mesin perahu ketinting miliknya membelah Sunyi sore, menandai dimulainya perburuan udang galah air tawar, rutinitas yang kerap ia jalani hingga larut malam, terutama ketika waktu libur kerja tiba.

Bagi Hendra dan para nelayan di kawasan tersebut, Sungai Kelay bukan sekadar aliran air yang melintasi wilayah mereka, melainkan urat nadi penghidupan yang menghidupi keluarga. Berbekal alat pancing dan perangkap sederhana serta keberanian menembus pekatnya malam, Hendra mengadu nasib di atas perahu kayunya. 

Kadang ia memilih memancing langsung dengan kesabaran ekstra, atau sekadar menyusuri pinggiran sungai untuk melihat dan mengangkat perangkap udang yang telah dipasang sebelumnya.

Hasil perburuan di atas sungai ini memang selalu penuh kejutan. Pendapatan sekali saat menyusuri sungai sangat bervariatif dan bergantung pada kondisi cuaca serta arus air. Namun, pada hari-hari yang bersahabat, keberuntungan kerap memihak pada ketelitiannya. 

Ia tak jarang tersenyum puas ketika berhasil mengumpulkan hasil tangkapan yang melimpah, bahkan tembus hingga 10 sampai 15 kilogram udang galah berukuran besar dalam sekali perjalanan. Namun, di balik riak air dan deretan udang berukuran menjanjikan tersebut, tersimpan kekhawatiran yang mendalam di benak Hendra. 

“Gak tentu kadang lagi bagus, bisa banyak dapat,”ucapnya

Ancaman Setrum dan Racun 

Populasi udang galah yang selama ini menjadi kebanggaan dan penopang ekonomi warga Berau dirasakannya mulai menghadapi ancaman serius. Ancaman itu datang dari dua sisi: penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran, serta aksi oknum tak bertanggung jawab yang nekat menggunakan bahan beracun dan setrum demi mendapatkan hasil cepat tanpa memperdulikan dampak jangka panjang.

Kekhawatiran tersebut makin beralasan mengingat sifat alami dari udang galah Sungai Kelay yang sangat sensitif. Berbeda dengan beberapa jenis biota air lainnya yang bisa dibudidayakan manusia, udang ini memiliki ketergantungan penuh pada habitat aslinya. 

Begitu ditangkap dari sungai, udang harus segera dijual atau dikonsumsi karena hingga saat ini belum ada teknik budidaya yang benar-benar berhasil mengembangkannya di lingkungan buatan.

"Dia tidak bisa dipelihara, biasanya hidup di perairan bebas. Kalau dimasukkan dalam kolam atau keramba sangat sulit berkembang biak dan sering malah mati," tutur Hendra seraya merapikan peralatan pancingnya.

Kenyataan ini menegaskan bahwa keabadian udang galah sepenuhnya berada di tangan alam bebas Sungai Kelay. Hendra meyakini bahwa kedaulatan udang ini sebenarnya sangat mudah dijaga jika semua pihak memiliki kesadaran yang sama. 

Selama para nelayan tetap memegang teguh kearifan lokal dengan mempraktekkan metode penangkapan tradisional yang ramah lingkungan, populasi udang akan terus terjaga secara alami. Alam akan selalu cukup memberi makan bagi mereka yang bijak, tanpa harus tergoda cara-cara instan yang mematikan ekosistem.

Di atas perahu ketintingnya yang perlahan menyusuri kegelapan Sungai Kelay, Ia menyuarakan sebuah tekad dan harapan besar. Ia sangat berharap adanya campur tangan nyata dari pemerintah dalam merancang program perlindungan lingkungan yang ketat dan berkelanjutan. 

Penegakan hukum terhadap aksi peracunan sungai serta perlindungan habitat air tawar menjadi harga mati. Ia tidak ingin kelestarian ini terhenti di generasinya; ia ingin anak cucu kelak masih bisa menyaksikan kilau udang galah langsung dari jernihnya air Sungai Kelay, bukan sekadar mendengarnya sebagai cerita nostalgia masa lalu. (Rein)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0