Seramut Full Senyum: Tentang Daerah yang Tak Seseram Namanya

Penulis : Sigit | Editor : Rein

Feb 11, 2026 - 19:52
 0  1
Seramut Full Senyum: Tentang Daerah yang Tak Seseram Namanya

KARTANEWS.COM, BERAU - Namanya Seramut, sebuah kawasan di Kelurahan Sambaliung, Kabupaten Berau. Sekilas, namanya memang terdengar kurang bersahabat, setidaknya bagi mereka yang belum pernah melintasinya. Ada kesan kaku dan sedikit menegangkan yang terbayang sejak awal.

Pada Minggu pagi (8/2/2026), Seramut justru menunjukkan wajah yang berbeda. Kawasan ini menjadi latar kebersamaan puluhan pesepeda yang pulang dengan senyum, bukan dengan ekspresi tegang seperti yang mungkin dibayangkan sebelumnya.

Kegiatan bertajuk Seramut Full Senyum ini digagas oleh Heartbeat Pedal Club, komunitas yang sebagian besar beranggotakan ners dan dokter. Di luar rutinitas mereka yang lekat dengan pasien, jadwal jaga, dan ruang operasi, bersepeda menjadi cara sederhana untuk menarik napas sejenak.

Wilayah pedesaan Seramut dipilih bukan tanpa alasan. Jalur ini dianggap pas sebagai ruang jeda, tempat menurunkan tempo hidup yang selama ini berjalan terlalu cepat.

Titik start dan finis dipusatkan di Taman Cendana, Tanjung Redeb. Tanpa pendaftaran dan tanpa kerumitan, Heartbeat Pedal Club mengajak peserta dari berbagai latar belakang datang sejak pagi untuk mengayuh bersama, menikmati udara segar.

Rute sepanjang kurang lebih 30 kilometer membawa rombongan melewati lanskap pedesaan Sambaliung dengan medan yang beragam. Jalan tanah, kerikil, hingga jalur setapak sempit menuntut kesabaran, baik terhadap sepeda maupun terhadap diri sendiri.

Secara keseluruhan, perjalanan memakan waktu sekitar empat jam. Medannya yang dilalui tidak sepenuhnya ramah. Terbukti tiga peserta menjadi korban dari sepeda mereka yang ban bocor. Namun alih-alih menjadi pemicu kesal, situasi itu justru memperpanjang momen kebersamaan. Menunggu sambil bercanda, tertawa, dan saling bertukar cerita menjadi kemewahan tersendiri.

Peserta yang ikut datang dari berbagai kelompok usia. Yang muda mengayuh dengan penuh semangat, sementara yang paling senior bahkan ada yang berusia 70 tahun tetap bergerak dengan tenang. Di rute ini tidak ada podium, tidak ada target menjadi yang tercepat. Semua berjalan dalam satu irama: menikmati perjalanan.

Di tengah lelah yang terasa menyenangkan, celetukan ringan pun muncul. Salah satunya datang dari Dokter Kahar. “Olahraga macam apa ini?” ujarnya sambil tersenyum tipis yang jadi khasnya. Kalimat singkat yang rasanya mewakili banyak pikiran, tanpa perlu ditanggapi terlalu serius.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize. Penilaiannya beragam dan tidak semata soal performa. Tak satu pun peserta pulang dengan tangan kosong. Hadiahnya mungkin sederhana, tetapi maknanya tidak. Yang dibawa pulang bukan hanya barang, melainkan pengalaman dan kebersamaan sesuatu yang jarang didapat di tengah rutinitas ruang medis.

Seperti judulnya, Seramut Full Senyum membuktikan bahwa meski namanya terkesan menyeramkan, kawasan ini tidak membuat gentar. Justru sebaliknya, ia menunjukkan bahwa hal-hal yang tampak “seram” sering kali hanya perlu didekati dengan santai dan senyum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0