Anggaran THR ASN Tembus Rp55 Triliun, Cair Awal Ramadan 2026

Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Rein

Feb 16, 2026 - 16:04
Feb 16, 2026 - 16:18
 0  4
Anggaran THR ASN Tembus Rp55 Triliun, Cair Awal Ramadan 2026
Poto Ilustrasi

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 55 triliun untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), termasuk prajurit TNI dan anggota Polri, pada 2026. Nilai anggaran meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp49,9 triliun.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, penyediaan anggaran THR menjadi bagian dari strategi fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.

“THR ASN/TNI/Polri,” ujar Purbaya dalam pemaparannya pada acara Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, pencairan THR direncanakan berlangsung menjelang atau pada awal Ramadan 2026, meskipun tanggal pastinya masih dalam pembahasan lebih lanjut.

“Sudah pasti nanti. Tapi saya belum bisa sampaikan tanggalnya. Kita harapkan di awal-awal puasa sudah dapat disalurkan,” katanya.

Purbaya menjelaskan, belanja pemerintah pada awal tahun akan dimaksimalkan untuk memperkuat likuiditas di masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Momentum dinilai krusial karena konsumsi rumah tangga menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi kita keluarkan belanjanya di bulan pertama untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.

Selain THR, pemerintah juga mempercepat sejumlah program prioritas, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), rehabilitasi pascabencana, serta paket stimulus tambahan guna memperkuat daya dorong ekonomi. Total belanja negara pada awal tahun ini diproyeksikan mencapai Rp809 triliun.

Pada kerangka kebijakan fiskal 2026, pemerintah tetap mengusung pendekatan ekspansif. Target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar 5,4 persen, namun Kementerian Keuangan berupaya mendorong realisasi hingga mendekati 6 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kita di APBN tahun ini 5,4 persen, tapi saya akan coba dorong ke arah 6 persen. Saya bayarnya dari situ,” tegas Purbaya.

Ia menilai kuartal pertama menjadi periode krusial dalam menentukan capaian ekonomi sepanjang tahun. Dengan adanya pencairan THR dan peningkatan belanja pemerintah, diharapkan aktivitas ekonomi dapat tumbuh lebih kuat sejak awal tahun.(*)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0