Pemerintah Matangkan Program MBG untuk Lansia, Prioritaskan Usia 75 Tahun ke Atas

Oleh: Mursyidah Auni

Feb 4, 2026 - 15:45
Feb 4, 2026 - 17:11
 0  3
Pemerintah Matangkan Program MBG untuk Lansia, Prioritaskan Usia 75 Tahun ke Atas

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mematangkan skema pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang secara khusus menyasar kelompok lanjut usia. 

Program ini direncanakan untuk tahap awal memprioritaskan lansia berusia 75 tahun ke atas, terutama mereka yang hidup sendiri dan tergolong rentan secara sosial maupun ekonomi.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama BGN guna memastikan program tersebut berjalan tepat sasaran. Menurutnya, penentuan batas usia dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran dan tingkat kerentanan lansia.

“Untuk tahap awal, kami fokuskan kepada lansia usia di atas 75 tahun yang tinggal sendiri. Jika alokasi anggaran memungkinkan dan kebutuhan sudah terpenuhi, cakupan program akan diperluas ke kelompok usia di bawahnya,” ujarnya, dikutip dari Detik.com, Rabu (4/2/2026).

Saat ini, Kemensos tengah melakukan pendataan lansia di berbagai daerah dengan melibatkan pemerintah daerah dan jejaring pendamping sosial. Data tersebut nantinya akan diserahkan kepada BGN sebagai dasar pelaksanaan distribusi makanan bergizi.

Saifullah menjelaskan, pelaksanaan program akan terintegrasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah dibentuk di sejumlah wilayah. SPPG diharapkan tidak hanya melayani peserta didik, tetapi juga dapat menjangkau lansia dan penyandang disabilitas sesuai data penerima manfaat yang telah diverifikasi.

“SPPG yang berada di sekitar wilayah penerima manfaat juga akan melayani lansia dan penyandang disabilitas berdasarkan data yang kami serahkan,” jelasnya.

Distribusi MBG untuk lansia akan dilakukan melalui pendamping lansia yang saat ini masih dalam tahap asesmen dan pelatihan. Namun, untuk memastikan program tetap berjalan, Kemensos akan memanfaatkan tenaga lapangan yang telah ada guna mengantarkan makanan langsung ke rumah-rumah lansia.

“Kita awali dengan pelatihan pendamping. Namun selama proses tersebut belum sepenuhnya selesai, pengantaran akan dilakukan oleh tenaga yang sudah tersedia agar layanan tidak tertunda,” tambahnya.

Dari sisi pendanaan, Saifullah menegaskan bahwa anggaran program MBG lansia sepenuhnya berada di bawah kewenangan BGN. Sementara Kemensos berperan dalam pendataan, penyiapan pendamping, serta pengantaran makanan kepada penerima manfaat.

“Anggarannya kami satukan di BGN. Tugas kami menyiapkan data, pendamping, dan layanan pengantaran,” ungkapnya.

Program MBG lansia dinilai sejalan dengan tantangan demografi Indonesia yang tengah memasuki era masyarakat menua. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat setiap tahun, dengan sebagian di antaranya hidup sendiri dan rentan terhadap masalah gizi. Melalui program ini, pemerintah berharap kebutuhan gizi lansia dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0