Kekerasan di Lingkungan Sekolah Kembali Terjadi, Satpam SMP di Luwu Utara Dianiaya Siswa
KARTANEWS.COM, LUWU UTARA — Peristiwa kekerasan di lingkungan pendidikan kembali mencuat dan menjadi perhatian publik. Dalam waktu berdekatan, dua kasus penganiayaan yang melibatkan tenaga pendidik dan petugas sekolah terjadi di sejumlah daerah.
Sebelumnya, kasus pengeroyokan terhadap seorang guru SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, sempat menghebohkan warganet. Insiden tersebut dipicu oleh teguran seorang guru kepada siswa berinisial L yang diduga berkata kasar.
Teguran itu berujung pada aksi penamparan, yang kemudian memicu kemarahan sejumlah siswa hingga berujung pada pengeroyokan terhadap guru tersebut.
Peristiwa serupa kembali terjadi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berseragam dinas sekolah dengan luka di bagian dahi beredar luas di media sosial dan disebut sebagai korban kekerasan oleh murid.
Video tersebut diunggah akun Instagram @fakta.indo pada Selasa (27/1/2026) dan hingga Rabu (28/1/2026) telah ditonton puluhan ribu kali. Unggahan itu memicu beragam tanggapan warganet yang mengecam tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.
Kepolisian memastikan bahwa korban dalam peristiwa tersebut bukan guru, melainkan petugas keamanan sekolah.
Dilansir dari Tribunnews, Kasi Humas Polres Luwu Utara, AKP Sapri, menyampaikan korban merupakan satpam SMP Negeri 1 Baebunta Selatan.
“Korban bukan guru, melainkan satpam yang bertugas di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan,” ujarnya.
Korban diketahui bernama Arpan Lisman (28), sedangkan terduga pelaku adalah seorang siswa berinisial MY (16). Kejadian bermula ketika pelaku diketahui berada di rumah warga saat jam pelajaran masih berlangsung.
Mengetahui hal tersebut, korban mendatangi lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari sekolah dan membawa siswa tersebut kembali ke kelas. Namun, tidak lama kemudian pelaku kembali mendatangi korban yang sedang bertugas. Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian melakukan penganiayaan hingga korban mengalami luka di bagian wajah.
“Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian wajah,” kata AKP Sapri.
Usai kejadian, korban melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna menangani kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Laporan sudah kami terima dan kasusnya sedang dalam penanganan,” tandasnya. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0