Gagal Capai Target, Sembilan WNI Disiksa Bos Online Scam di Kamboja

Dec 27, 2025 - 15:45
Dec 30, 2025 - 20:26
 0  4
Gagal Capai Target, Sembilan WNI Disiksa Bos Online Scam di Kamboja
Ilustrasi gambar para pekerja migran/Istimewa

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Praktik kekerasan kembali terungkap dalam jaringan penipuan daring lintas negara. Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penyiksaan oleh pimpinan perusahaan online scam di Kamboja setelah dinilai gagal memenuhi target kerja yang ditetapkan.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Moh Irhamni, mengungkapkan bahwa hukuman fisik diberikan sebagai bentuk sanksi dari atasan kepada para korban. Bentuk kekerasan tersebut dialami para WNI sebelum akhirnya berhasil meloloskan diri dan dipulangkan ke Indonesia.

“Mereka diberikan sanksi karena dianggap tidak mencapai target kerja yang ditentukan oleh bosnya,” ujarnya dalam konferensi pers di Aula Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025) dikutip dari Kompas, Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa penyiksaan yang dialami para korban dilakukan secara bertahap, mulai dari hukuman fisik ringan hingga yang cukup berat. Para WNI dipaksa melakukan berbagai aktivitas fisik sebagai bentuk tekanan psikologis dan intimidasi.

“Bentuk sanksinya mulai dari push up, sit up, sampai dipaksa berlari mengelilingi lapangan futsal sebanyak 300 kali,” katanya.

Para korban akhirnya menemukan celah untuk menyelamatkan diri. Kesempatan itu muncul saat mereka diajak keluar oleh pihak perusahaan untuk makan bersama di luar lokasi kerja.

“Pada saat pengamanan lengah, mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melarikan diri,” tuturnya.

Setelah berhasil kabur, para WNI langsung menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh untuk meminta perlindungan. Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa pimpinan perusahaan penipuan daring tersebut bukan berasal dari warga lokal Kamboja.

“Bosnya berasal dari luar negeri, dari China, bukan warga negara Kamboja,” ungkapnya.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah orang tua korban melaporkan keberadaan anak-anaknya kepada aparat kepolisian di Indonesia. Selain itu, beredar pula video di media sosial yang memperlihatkan para WNI meminta pertolongan agar dapat dipulangkan ke tanah air.

Bareskrim Polri kemudian melakukan koordinasi dengan KBRI Phnom Penh serta otoritas imigrasi Kamboja untuk memastikan proses perlindungan dan pemulangan korban berjalan lancar.

“Berkat koordinasi lintas instansi, seluruh korban berhasil mendapatkan izin keluar dan dipulangkan ke Indonesia,” katanya.

Kesembilan WNI tersebut akhirnya tiba di Indonesia pada Jumat (26/12/2025). Saat ini, para korban telah berada dalam pengawasan aparat untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan sekaligus pemulihan kondisi fisik dan psikologis.

“Tim penyelidik Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri berhasil memulangkan para korban dengan selamat dan hari ini mereka sudah berada bersama kita,” pungkasnya.

Pemulangan tersebut merupakan hasil kerja Desk Ketenagakerjaan Dittipidter Bareskrim Polri yang berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Phnom Penh, otoritas imigrasi Kamboja, serta BP2MI. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0