Fenomena Tornado Barakuda Maratua Perkuat Posisi Berau sebagai Destinasi Wisata Bahari Dunia
KARTANEWS.COM, BERAU – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia. Pulau Maratua yang selama ini dikenal luas sebagai “Maladewa-nya Indonesia” kini diarahkan memiliki ikon baru berupa fenomena koloni ikan barakuda raksasa atau yang dikenal di kalangan penyelam internasional sebagai Tornado Barracuda.
Fenomena tersebut ditemukan di salah satu titik selam unggulan Maratua yang dikenal dengan sebutan Big Fish Country, kawasan perairan di sekitar kanal alami yang menghubungkan laguna pulau dengan laut lepas. Lokasi tersebut merupakan habitat ribuan ikan barakuda yang berenang membentuk formasi melingkar besar dari kedalaman hingga mendekati permukaan laut.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyebutkan bahwa fenomena barakuda di Maratua merupakan potensi wisata laut yang sangat langka dan memiliki daya tarik internasional, terutama bagi wisatawan minat khusus seperti penyelam profesional.
“Ini bukan sekadar wisata bahari biasa. Fenomena barakuda di Maratua adalah kekayaan alam yang jarang ditemukan dan harus dijaga bersama. Inilah yang membedakan Berau dengan daerah lain,” ujarnya, saat pertemuan bersama seluruh OPD, Rabu (7/1/2026).
Lebih lanjut, dirinya menegaskan Pemerintah Kabupaten Berau serta seluruh stakeholder harus secara aktif melakukan promosi Maratua di berbagai forum nasional maupun internasional. Promosi tersebut diharapkan tidak hanya menonjolkan keindahan pantai dan laguna, tetapi juga kekayaan bawah laut yang menjadi keunggulan kompetitif Berau.
“Kami ingin semua gencar mempromosikan Pulau Maratua, baik melalui event pariwisata, pameran, media digital, di TV nasional hingga jejaring internasional. Fokus kita sekarang adalah wisata berkualitas, salah satunya dengan mengangkat fenomena barakuda yang menjadi daya tarik unik dan tidak dimiliki semua daerah,” tegasnya.
Keunikan Maratua terletak pada skala dan konsistensi kemunculan koloni barakuda. Jika di sejumlah perairan Indonesia barakuda hanya terlihat dalam kelompok kecil dan musiman, di Maratua koloni ini dapat disaksikan dalam jumlah besar dengan visibilitas perairan yang relatif jernih sepanjang tahun.
Jenis barakuda yang mendominasi perairan Maratua adalah Chevron Barracuda (Sphyraena qenie), spesies pelagis yang dikenal hidup berkelompok dan membentuk formasi besar sebagai bagian dari mekanisme pertahanan sekaligus strategi berburu.
Kondisi geografis Maratua yang berbentuk atol dengan kanal-kanal sempit menciptakan arus laut yang kuat dan kaya nutrisi. Arus ini membawa plankton dan ikan-ikan kecil yang menjadi sumber makanan alami bagi barakuda dan biota laut besar lainnya.
Daya Tarik Wisata Selam Kelas Dunia
Berbagai kalangan penyelam lokal maupun mancanegara, Maratua telah lama masuk dalam peta destinasi selam dunia. Fenomena Silver Tornado dari kilauan ribuan tubuh barakuda yang memantulkan cahaya matahari di bawah laut, menjadi pengalaman visual yang disebut-sebut setara dengan lokasi-lokasi selam terkenal di Maladewa dan Mikronesia.
Menariknya, koloni barakuda di Maratua dikenal relatif tidak agresif terhadap manusia, selama penyelam menjaga jarak aman dan mengikuti prosedur selam yang benar. Hal ini menjadikan lokasi tersebut ramah bagi wisatawan sekaligus aman untuk kegiatan dokumentasi bawah laut.
Arah Pengembangan: Konservasi dan Branding
Pemerintah Kabupaten Berau menilai potensi ini harus dikelola secara berkelanjutan. Pengembangan wisata barakuda di Maratua tidak hanya diarahkan pada peningkatan kunjungan, tetapi juga pada penguatan konservasi laut.
Bupati Sri Juniarsih menegaskan bahwa promosi besar-besaran harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memastikan aktivitas wisata tidak merusak habitat alami barakuda.
Beberapa langkah strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah meliputi perlindungan zona selam dari aktivitas penangkapan ikan ilegal, peningkatan kapasitas pemandu selam lokal, serta penguatan promosi Maratua sebagai destinasi wisata minat khusus.
Selain itu, pengembangan infrastruktur pendukung seperti akses transportasi menuju Maratua dan peningkatan fasilitas bandara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing pariwisata Berau di tingkat nasional maupun global.
Magnet Devisa Berkelanjutan
Dengan menjadikan barakuda sebagai ikon baru Maratua, Berau dinilai berada di jalur yang tepat untuk membangun pariwisata berkualitas sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.
Bupati Berau juga mengungkapkan fenomena Barakuda di Maratua bukan hanya atraksi visual, tetapi juga simbol keseimbangan alam yang jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat Berau dan Kalimantan Timur. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0