Unjuk Rasa di Iran Tewaskan 12.000 Orang, Dunia Internasional Diminta Bertindak
KARTANEWS.COM, TEHERAN – Gelombang demonstrasi besar yang mengguncang Iran sejak Desember 2025 dilaporkan telah menelan korban jiwa dalam jumlah masif, sedikitnya 12.000 orang tewas dalam rangkaian aksi protes tersebut.
Sebagian besar korban dilaporkan jatuh pada 8 dan 9 Januari 2026, bertepatan dengan diberlakukannya pemadaman internet secara luas di seluruh negeri. Langkah itu disebut-sebut dilakukan untuk membatasi arus informasi keluar dari Iran.
Menurut laporan Iran International, kekerasan terhadap demonstran terjadi atas perintah langsung Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Media tersebut menilai pemutusan komunikasi dilakukan secara terkoordinasi, bukan semata untuk alasan keamanan, melainkan untuk menutup akses publik terhadap fakta di lapangan.
“Iran kini berada di bawah pemadaman informasi yang sistematis, yang bertujuan menyembunyikan kebenaran,” tulis Iran International, dikutip dari Tribunnews, Rabu (14/1/2026).
Selain pemadaman internet, pemerintah Iran juga dilaporkan menutup ratusan media cetak nasional dan lokal sejak Kamis (8/1/2026). Penutupan masif ini disebut sebagai yang terburuk dalam sejarah pers Iran.
“Ini bukan upaya pengendalian krisis, melainkan pengakuan atas ketakutan bahwa kebenaran akan terungkap,” lanjutnya
Saat ini, hanya Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) dan sejumlah kecil situs berita yang masih dapat diakses di dalam negeri. Namun, media-media tersebut beroperasi di bawah pengawasan ketat dan sensor langsung aparat keamanan.
Iran International menyatakan akan menyerahkan temuan mereka kepada lembaga internasional terkait setelah proses verifikasi selesai.
“Republik Islam tidak akan bisa menutupi kejahatan ini dengan mengisolasi rakyat Iran dari dunia,” ungkapnya.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kecaman keras terhadap rencana pemerintah Iran yang disebut-sebut akan mengeksekusi mati para pengunjuk rasa.
Melalui akun media sosial Truth Social, Trump memperingatkan Teheran agar tidak melanjutkan hukuman mati tersebut.
“Jika Iran mengeksekusi para demonstran ini, Amerika Serikat akan mengambil tindakan yang sangat tegas dan kuat,” tulis Trump, sebagaimana dikutip dari Anadolu.
Pernyataan Trump menambah tekanan internasional terhadap Iran, di tengah meningkatnya sorotan dunia atas dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi selama gelombang protes berlangsung. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0