Demonstrasi Iran Kian Ricuh, Teheran Peringatkan AS dan Israel Tak Campur Tangan

Jan 12, 2026 - 16:22
Jan 12, 2026 - 17:25
 0  3
Demonstrasi Iran Kian Ricuh, Teheran Peringatkan AS dan Israel Tak Campur Tangan
(Tribunnews.com)

KARTANEWS.COM, TEHERAN – Pemerintah Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel agar tidak mencampuri urusan dalam negerinya, menyusul eskalasi demonstrasi anti-pemerintah yang semakin meluas dan memicu ketegangan regional. Iran bahkan menyatakan siap mengambil langkah militer jika mendeteksi adanya ancaman serangan dari luar.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Teheran tidak akan menunggu serangan terjadi sebelum merespons. Menurutnya, Iran memiliki hak untuk melakukan tindakan pendahuluan apabila terdapat indikasi ancaman nyata terhadap kedaulatan negara.

“Setiap serangan terhadap Iran akan menjadikan wilayah pendudukan, seluruh pusat dan pangkalan militer, serta kapal-kapal Amerika di kawasan sebagai target yang sah,” ujarnya dikutip Tribunnews, Senin (12/1/2026).

Ia menuturkan bahwa Iran tidak ingin terjadi kesalahan perhitungan yang justru menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas.

“Kami tidak akan membatasi diri hanya menunggu serangan. Jika ada tanda-tanda ancaman objektif, Iran akan bertindak lebih awal,” lanjutnya.

Gelombang protes di Iran sendiri bermula pada akhir Desember 2025, dipicu memburuknya kondisi ekonomi. Aksi yang awalnya dilakukan para pedagang di Teheran itu kemudian menyebar ke berbagai kota dan melibatkan kalangan mahasiswa. Kerusuhan yang terjadi dilaporkan telah menelan korban jiwa hingga ratusan orang.

Laporan Tribunnews menyebutkan, melemahnya nilai tukar rial terhadap dolar AS turut memperparah kondisi ekonomi, mendorong kenaikan harga barang impor dan memukul sektor perdagangan ritel.

Situasi semakin sensitif setelah Amerika Serikat dan Israel secara terbuka menyatakan dukungan terhadap demonstran yang menuntut perubahan politik di Iran. Pemerintah Iran menilai sikap tersebut sebagai bentuk intervensi asing.

Media pemerintah Iran bahkan menyebut para pengunjuk rasa sebagai “teroris”, sebuah label yang dikhawatirkan membuka jalan bagi penindakan aparat keamanan secara lebih keras, sebagaimana terjadi pada gelombang protes sebelumnya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan berbagai opsi dalam merespons situasi Iran, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Pernyataan itu disampaikannya kepada wartawan di pesawat Air Force One.

“Sepertinya mereka mulai membunuh para demonstran,” ujarnya.

Trump sebelumnya menegaskan AS akan membantu para pengunjuk rasa apabila pemerintah Iran menggunakan kekerasan dalam meredam demonstrasi. Pernyataan tersebut semakin memperuncing ketegangan antara Teheran dan Washington di tengah situasi domestik Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0