Seskab Teddy Paparkan Rapor Satu Bulan Penanganan Bencana Sumatra: Jembatan Raksasa Tersambung, 87 RS Kembali Pulih
KARTANEWS.COM, JAKARTA – Satu bulan pascabencana besar yang meluluhlantakkan 52 kabupaten di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membawa kabar optimistis. Dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Senin (29/12/2025), ia membedah fakta bahwa urat nadi transportasi dan layanan kesehatan yang sempat mati total kini kembali berdenyut kencang.
Lompatan besar terlihat pada pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan. Teddy mengungkapkan bahwa dari 78 titik jalan nasional yang sempat terputus, kini hanya tersisa enam titik saja yang masih dalam tahap penyambungan. Fokus pemerintah memang tertuju pada aksesibilitas agar pasokan logistik tidak lagi bergantung pada jalur udara.
“Per sekarang, satu bulan, 12 jembatan yang sungainya lebar-lebar, 50 meter ke atas, bahkan di Bireuen itu sampai 180 meter, itu tersambung. Kenapa jembatan yang utama kita fokus? Karena agar jalur logistik masuk, tembus antarkabupaten dan antarprovinsi,” tuturnya.
Sektor kesehatan pun mencatat angka pemulihan yang hampir sempurna. Sebanyak 87 rumah sakit yang awalnya lumpuh kini sudah bisa melayani pasien kembali. Hal serupa terjadi pada fasilitas puskesmas, di mana dari 867 unit yang sempat terhenti operasionalnya, kini hanya tersisa delapan puskesmas yang masih dalam proses pemulihan.
Di sisi lain, nasib warga yang kehilangan tempat tinggal mulai menemui titik terang. Selain target 1.050 hunian yang rampung dalam sepekan ke depan, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pembangunan masif 15.000 rumah melalui koordinasi dengan Kepala Danantara.
Teddy menegaskan bahwa kecepatan penanganan ini bukan sekadar soal anggaran, melainkan hasil dari kerja sama “tak berjarak” antara petugas dan masyarakat di lapangan.
“Bapak Presiden dari awal menginstruksikan kepada semuanya agar secepat mungkin dilakukan pemulihan. Ya ini hasilnya. Kenapa bisa? Karena di lapangan para petugas dan warga nyatanya itu sama-sama, saling bantu, gotong royong semua. Petugas, warga, relawan, jadi satu semua,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya kembali pasar-pasar tradisional dan sekolah yang mulai dibenahi, wajah ekonomi dan pendidikan di wilayah pesisir Sumatra perlahan mulai bangkit dari keterpurukan. (J)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0