Jelang Puncak Ramadan 2026, Arab Saudi Perketat Aturan Umrah di Masjidil Haram
Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi
KARTANEWS.COM, MEKKAH – Pemerintah Arab Saudi menerbitkan pedoman terbaru pelaksanaan umrah selama Ramadan 1447 Hijriah guna mengantisipasi lonjakan jemaah di Masjidil Haram, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan suci.
Kebijakan ini disusun sebagai bagian dari rencana operasional terpadu untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta kelancaran ibadah jutaan jemaah dari berbagai negara.
Dilansir dari detik.com, otoritas terkait menegaskan bahwa Ramadan merupakan periode dengan tingkat kunjungan tertinggi sepanjang tahun. Kepadatan diperkirakan meningkat signifikan menjelang waktu berbuka puasa, setelah salat Tarawih, serta pada malam-malam ganjil di penghujung Ramadan.
Strategi Antisipasi Kepadatan Pengunjung
Untuk mengurai potensi penumpukan massa, otoritas Masjidil Haram mengoptimalkan sistem manajemen arus jemaah di dalam dan sekitar area masjid. Petugas keamanan dan relawan disiagakan di berbagai titik strategis guna mengarahkan pergerakan jemaah sesuai jalur yang telah ditetapkan.
Jemaah diimbau mengikuti petunjuk lapangan, tidak berdesakan, serta segera meninggalkan area salat setelah ibadah selesai guna memberi kesempatan kepada jemaah lain. Otoritas juga mengingatkan agar akses pintu darurat, koridor utama, dan jalur evakuasi tidak dijadikan tempat berkumpul.
Pemanfaatan Teknologi Digital
Sebagai bagian dari transformasi layanan haji dan umrah, pintu-pintu masuk Masjidil Haram kini dilengkapi sistem indikator digital yang menampilkan kapasitas area secara real time. Penanda warna digunakan untuk menunjukkan ketersediaan ruang salat, sehingga jemaah dapat langsung diarahkan ke lokasi yang masih dapat diakses.
Selain itu, sistem perizinan umrah berbasis digital tetap diberlakukan. Jemaah diwajibkan mengantongi izin resmi melalui aplikasi yang telah ditentukan serta mematuhi jadwal kunjungan guna mencegah kepadatan berlebih.
Mengatur Transportasi dan Akses Kendaraan
Dalam upaya mengurangi kemacetan di kawasan pusat Mekkah, pemerintah mendorong penggunaan moda transportasi publik, termasuk bus dan kereta cepat Haramain. Pembatasan kendaraan pribadi diterapkan pada jam-jam sibuk di sekitar Masjidil Haram.
Area parkir terpadu disiapkan di sejumlah titik pinggiran kota dengan layanan antar-jemput menuju masjid. Kebijakan ini bertujuan memperlancar mobilitas sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas di zona inti.
Otoritas keamanan juga melarang sepeda motor, sepeda, dan kendaraan tanpa izin memasuki area pejalan kaki di sekitar masjid demi menjaga keselamatan jemaah.
Perhatian bagi Lansia dan Disabilitas
Pedoman terbaru turut menekankan pelayanan inklusif bagi kelompok rentan. Jalur prioritas, area salat khusus, serta layanan kendaraan listrik disediakan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas untuk mempermudah mobilitas, termasuk saat melaksanakan tawaf dan sa’i.
Keluarga yang membawa anak-anak diminta mempertimbangkan kondisi fisik serta kepadatan lokasi sebelum memasuki area dengan tingkat keramaian tinggi.
Imbauan Kesehatan dan Keselamatan
Di tengah potensi suhu panas dan kepadatan tinggi, jemaah diingatkan menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak konsumsi air, beristirahat cukup, serta segera mendatangi pos kesehatan apabila mengalami gangguan medis. Fasilitas layanan kesehatan disiagakan di berbagai titik sekitar Masjidil Haram.
Pada sektor akomodasi, otoritas juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran. Jemaah diminta tidak menggunakan instalasi listrik secara berlebihan serta memahami jalur evakuasi darurat di tempat menginap.
Penegakan Aturan
Sejumlah larangan diberlakukan secara tegas, termasuk membawa barang berbahaya, merokok di area terlarang, berjualan tanpa izin, hingga menghalangi jalur pergerakan jemaah. Otoritas meminta seluruh pengunjung menjaga barang pribadi dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada petugas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0