Otorita IKN Klaim Pembangunan Tetap Prioritaskan Koridor Satwa dan Restorasi Hutan Endemik

Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi

Feb 20, 2026 - 19:21
Feb 20, 2026 - 21:54
 0  4
Otorita IKN Klaim Pembangunan Tetap Prioritaskan Koridor Satwa dan Restorasi Hutan Endemik
Salah satu kawasan hutan di sekitar wilayah IKN dijadikan lokasi tujuan wisata alam (Humas Otorita IKN)

KARTANEWS.COM, PENAJAM PASER UTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diklaim tetap mengedepankan aspek perlindungan lingkungan, termasuk menjaga habitat satwa liar dan memulihkan hutan endemik Kalimantan.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Edgar Diponegoro, mengatakan konsep pembangunan ibu kota baru tidak mengabaikan ruang hidup satwa yang telah lama berada di kawasan tersebut.

“IKN tetap memberikan ruang bagi perlindungan satwa liar,” ujarnya, diikutip dari Antara, Jumat (20/2/2026).

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembangunan jembatan koridor satwa di atas ruas Jalan Tol IKN.

Infrastruktur telah dirancang sebagai jalur penghubung alami bagi satwa liar agar dapat berpindah habitat tanpa terhalang aktivitas lalu lintas.

“Koridor satwa dibangun untuk menjamin keselamatan satwa liar yang melintas dan berhabitat di kawasan itu,” katanya.

Koridor ini berbentuk lintasan hijau yang ditumbuhi vegetasi sehingga menyerupai habitat aslinya. Model serupa telah diterapkan di sejumlah negara untuk meminimalkan konflik antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian satwa, khususnya bagi spesies yang sensitif terhadap fragmentasi habitat.

Selain penyediaan koridor, Otorita IKN juga mengacu pada ketentuan tata ruang yang membatasi luasan kawasan terbangun.

Berdasarkan rencana induk, area pembangunan fisik tidak boleh melebihi sekitar 25 persen dari total kawasan, sementara sisanya dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau dan kawasan hutan.

Masih dilansir dari Antara, Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN, Onesimus Patiung, menyatakan upaya pemulihan hutan endemik Kalimantan menjadi bagian dari strategi membangun kota hutan (forest city).

“Membangun kembali hutan endemik Kalimantan dengan jenis tumbuhan dan hewan lokal agar terbentuk iklim mikro,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah mengembalikan kondisi hutan tropis seperti semula. Sejumlah plasma nutfah telah hilang akibat aktivitas penebangan liar, pembukaan lahan, dan kebakaran hutan yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Sebagai bagian dari langkah konservasi, Otorita IKN tengah mengembangkan pusat plasma nutfah dan museum biodiversitas di kawasan Persemaian Mentawir, Kecamatan Sepaku.

Fasilitas difungsikan untuk pembibitan tanaman lokal, konservasi spesies, serta dokumentasi kekayaan hayati Kalimantan yang masih tersisa.

Kalimantan dikenal memiliki ekosistem hutan hujan tropis dengan keragaman hayati tinggi, termasuk spesies endemik yang tidak ditemukan di wilayah lain. Sejumlah kawasan pesisir dan tanah berpasir miskin hara, terdapat hutan kerangas dengan karakteristik vegetasi yang khas.

Konsep kota hutan yang diusung IKN menempatkan rehabilitasi lahan dan konservasi sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang.

Selain perlindungan satwa, pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekologis sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan ibu kota baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0