Protes Keras Atas Serangan di Jalur Gaza, Turis Israel Banyak Diusir dari Spanyol
Penulis : Rein | Editor: Dewi
KARTANEWS.COM – Di tengah meningkatnya kemarahan global atas serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza, protes spontan oleh pengunjung di Museum Nasional Reina Sofía di Madrid menyebabkan turis Israel diusir dari pusat seni tersebut.
Diberitakan Fars, Museum Nasional Reina Sofía untuk Seni Modern yang merupakan salah satu pusat seni terpenting di Spanyol mengumumkan bahwa mereka telah memulai penyelidikan resmi terkait insiden tersebut, setelah beredarnya video yang memperlihatkan tiga pengunjung wanita diusir.
Menurut ArtNews dan media Spanyol, ketiga wanita tersebut masuk ke museum mengenakan Bintang David (simbol terkenal Yahudi) dan membawa bendera Israel. Beberapa pengunjung dilaporkan memprotes kehadiran mereka dan menggunakan bahasa kasar terhadap mereka.
Video insiden tersebut pertama kali dipublikasikan di surat kabar konservatif Spanyol “Okdiario” dan segera tersebar di media sosial. Dalam video tersebut, petugas keamanan terlihat mengawal ketiga wanita tersebut menuju pintu keluar. Salah satu petugas mengatakan bahwa beberapa pengunjung merasa “tidak nyaman” dengan kehadiran mereka.
Surat kabar Israel, The Jerusalem Post melaporkan pada hari Selasa (97/2/2026) bahwa ketiga wanita tersebut dikeluarkan dari museum karena “mengganggu pengunjung.”
Menurut laporan tersebut, seorang wanita Spanyol yang bersama mereka merekam insiden tersebut. Dalam video, salah satu wanita mengatakan bahwa mereka tidak melanggar hukum Spanyol dan bahwa museum tidak berhak mengusir mereka.
Menanggapi insiden tersebut, Duta Besar Israel untuk Spanyol, Dana Erlich, menulis di platform media sosial X.
“Tiga wanita Yahudi dikeluarkan dari sebuah museum di Madrid karena mengenakan Bintang David dan bendera Israel.” tulis keterangan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah bayang-bayang perang Gaza yang telah secara mendalam memengaruhi ruang publik dan pusat-pusat budaya di Eropa, terutama di Spanyol. Dalam beberapa bulan terakhir, pusat-pusat seni dan akademik di Madrid telah menjadi arena debat panas, dan kadang-kadang tegang, tentang hak asasi manusia dan politik internasional.
Kehadiran simbol-simbol Israel di ruang-ruang tersebut dipandang oleh sebagian publik bukan sebagai penanda identitas, melainkan sebagai pernyataan politik dukungan terhadap aksi militer. Para analis percaya bahwa reaksi kuat terhadap simbol-simbol ini mencerminkan polarisasi mendalam dalam masyarakat terkait perkembangan di Gaza yang telah menewaskan ribuan orang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0